[tips] Install Google Chrome di Ubuntu

Default browse Google di Ubuntu adalah Google Chromium. Jika search di apt repos, kita tidak akan menemukan Google Chrome. Dan ternyata caranya harus seperti beikut:

  • menambahkan key:

wget -q -O - \
https://dl-ssl.google.com/linux/linux_signing_key.pub | sudo apt-key add -

  • menambahkan repository:

sudo sh -c 'echo "deb [arch=amd64] http://dl.google.com/linux/chrome/deb/ \
stable main" >> /etc/apt/sources.list.d/google-chrome.list'

  • menginstall Chrome:

sudo apt-get update

sudo apt-get install google-chrome-stable

[tips] Membersihkan Queue Printer di Ubuntu

Hanya karena salah milih driver printer di Ubuntu, malah mengakibatkan queue stuck di icon tray, dan prosesnya tidak bisa dikill begitu saja dari shell console. Setiap kali melakukan kill, proses queue baru akan muncul lagi. Untuk menghapus queue ini caranya masuk ke shell console dan jalankan perintah:

godril@sinanju:~$ lpstat -o
iP2700-series-2         godril          215040   Rab 23 Nov 2016 12:41:47  WIB
godril@sinanju:~$ cancel -a iP2700-series-2

Setelah itu queue langsung bersih.

Menyambungkan Panggilan Dengan cmd Originate()

Jadi intinya ada request begini:

Operator diminta menyambungkan sebuah ekstensi ke nomer PSTN/GSM. Hanya saja, pada saat penyambungan panggilan, si operator tidak perlu harus menunggu sampe panggilan ke PSTN/GSM tersambung dulu lalu transfer call ke ekstensi. Maunya dial, nomer PSTN/GSM, lalu dial ekstensi yang melakukan request, setelah itu operator mengerjakan yang lain lagi.

Saya ngebayangin akan ada dua input, yaitu nomer PSTN/GSM, lalu nomer ekstensi, yang didial sekaligus. Untuk membedakan mana yang nomer PSTN/GSM dan mana nomer ekstensi, perlu dibuat delimiter, dalam hal ini saya memilih dua buah tanda pagar. Jadi jika ingin melakukan dial dengan hasil di atas, cukup dengan (misal): 08123456789##2002.

Karena kebetulan yang panjang digitnya tetap adalah nomer ekstensi (4 digit), ditambah delimiter dua tanda pagar, sementara nomer PSTN/GSM panjangnya bisa berbeda-beda, maka perlu dibagi seperti di dialplan berikut, lalu masing-masing nomer PSTN/GSM dan nomer ekstensi dimasukkan ke variabel terpisah, untuk bisa dijadikan input perintah Originate().

exten =>_XXXXX.##ZXXX,1,NoOp()
same => n,Set(Tujuan=${EXTEN::-6})
same => n,Set(Ekstensi=${EXTEN:-4:4})
same => n,Originate(DAHDI/g0/${Tujuan},exten,from-internal,${Ekstensi},1)
same => n,Hangup()

di baris Set(Tujuan=${EXTEN::-6}) jika diterapkan ke 08123456789##2002, akan menghilangkan 6 karakter terakhir, yang sisanya adalah nomer PSTN/GSM 08123456789 (karakter ##2002 dihilangkan), lalu dimasukkan ke variale Tujuan.

Set(Ekstensi=${EXTEN:-4:4}) jika diterapkan ke 08123456789##2002, akan menghitung 4 digit dari belakang, dan menghilangkan selain 4 digit tersebut. Selanjutnya 4 digit ini dimasukkan ke variabel Extensi.

Setelah mendapatkan dua variable Tujuan dan Ekstensi, kita bisa menjalankan perintah Originate() di baris:

same =>n,Originate(DAHDI/g0/${Tujuan},exten,from-internal,${Ekstensi},1)

perintah tersebut jika dinterpolasi akan seperti:

same =>n,Originate(DAHDI/g0/08123456789,exten,from-internal,2002,1)

Untuk contoh manipulasi variable bisa dibaca di:

https://wiki.asterisk.org/wiki/display/AST/Manipulating+Variables+Basics

Tips

Untuk membuat dialplan seperti di atas, ada baiknya jika dibuat context khusus, karena dialplan tersebut sangat rentan fraud jika kita tidak berhati-hati. Misal, kita bisa memasukkan dialplan tersebut ke dalam context yang hanya bisa diakses oleh ekstensi khusus operator, atau bisa dengan menambahkan auth password dialplan.

Berikut ini cuplikan dari buku Asterisk™ : The Definitive Guide mengenai contoh digit manipulation:

More Advanced Digit Manipulation
The ${EXTEN} variable properly has the syntax ${EXTEN:x:y}, where x is the starting
position and y is the number of digits to return. Given the following dial string:
94169671111
we can extract the following digit strings using the ${EXTEN:x:y} construct:
• ${EXTEN:1:3} would contain 416
• ${EXTEN:4:7} would contain 9671111
• ${EXTEN:-4:4} would start four digits from the end and return four digits, giving
us 1111
• ${EXTEN:2:-4} would start two digits in and exclude the last four digits, giving us
16967
• ${EXTEN:-6:-4} would start six digits from the end and exclude the last four digits,
giving us 67
• ${EXTEN:1} would give us everything after the first digit, or 4169671111 (if the
number of digits to return is left blank, it will return the entire remaining string)

This is a very powerful construct, but most of these variations are not very common in
normal use. For the most part, you will be using ${EXTEN} (or perhaps ${EXTEN:1} if
you need to strip off an external access code, such as a prepended 9).

Menambahkan IP Phone CISCO 3911 Ke Elastix IP PBX

Latar belakangnya adalah, seorang teman membeli ip phone Cisco 3911 dengan harga murah di toko online, dengan harapan bisa dipasang di kantor dan tersambung dengan IP PBX Asterisk based. Sayangnya, ip phone tersebut sebenarnya IPT untuk Cisco Unified Communication versi 6 atau 5. Halaman web ui ip phone tersebut hanya mencantumkan status network dan tidak ada entry untuk memasukkan informasi user/password maupun alamat registrar.

0900aecd806a2b07_null_null_null_08_02_07-1

Berikut ini cara menambahkan ekstensi 8047 ke Elastix yang memiliki ip address 172.16.1.16:

  • install tftp-server, tftp dan xinetd di Elastix jika belum ada. Tapi selama ini di instalasi Elastix otomatis sudah menyertakan tftpserver dan xinetd.
  • Upload file BOOT3951.0-0-0-9.zzDSP3951.0-0-0-2.zzSIP3951.8-1-4a.loadsSIP3951.8-1-4a.zz, dan XMLDefault.cnf.xml ke direktori /tftpboot.
  • Edit file sipdefault.cnf di baris berikut lalu upload ke direktori /tftpboot.

 

proxy1_address: 172.16.1.16

outbound_proxy: 172.16.1.16 ;

  • Edit file SEP<macaddress>.cnf.xml di baris berikut dan juga upload ke /tftpboot. Karena mac address ip phone Cisco 3911 adalah 001AA11B512A, maka nama filenya adalah SEP001AA11B512A.cnf.xml.

 

<device xsi:type=”axl:XIPPhone” ctiid=”1566023366″>
<deviceProtocol>SIP</deviceProtocol>

<devicePool>
<dateTimeSetting>
<dateTemplate>D-M-YA</dateTemplate>
<timeZone>Arabian Standard Time</timeZone>
<ntps>
<ntp>
<name>172.16.1.16</name>
<ntpMode>Unicast</ntpMode>
</ntp>
</ntps>
</dateTimeSetting>

<callManagerGroup>
<members>
<member priority=”0″>
<callManager>
<ports>
<ethernetPhonePort>2000</ethernetPhonePort>
<sipPort>5060</sipPort>
<securedSipPort>5061</securedSipPort>
</ports>
<processNodeName>172.16.1.16</processNodeName>
</callManager>
</member>
</members>
</callManagerGroup>
</devicePool>

<sipProfile>
<sipProxies>
<backupProxy></backupProxy>
<backupProxyPort></backupProxyPort>
<emergencyProxy></emergencyProxy>
<emergencyProxyPort></emergencyProxyPort>
<outboundProxy></outboundProxy>
<outboundProxyPort></outboundProxyPort>
<registerWithProxy>true</registerWithProxy>
</sipProxies>

<sipCallFeatures>
<cnfJoinEnabled>true</cnfJoinEnabled>
<callForwardURI>x-cisco-serviceuri-cfwdall</callForwardURI>
<callPickupURI>x-cisco-serviceuri-pickup</callPickupURI>
<callPickupListURI>x-cisco-serviceuri-opickup</callPickupListURI>
<callPickupGroupURI>x-cisco-serviceuri-gpickup</callPickupGroupURI>
<meetMeServiceURI>x-cisco-serviceuri-meetme</meetMeServiceURI>
<abbreviatedDialURI>x-cisco-serviceuri-abbrdial</abbreviatedDialURI>
<rfc2543Hold>false</rfc2543Hold>
<callHoldRingback>2</callHoldRingback>
<localCfwdEnable>true</localCfwdEnable>
<semiAttendedTransfer>true</semiAttendedTransfer>
<anonymousCallBlock>2</anonymousCallBlock>
<callerIdBlocking>2</callerIdBlocking>
<dndControl>0</dndControl>
<remoteCcEnable>true</remoteCcEnable>
</sipCallFeatures>

<sipStack>
<sipInviteRetx>6</sipInviteRetx>
<sipRetx>10</sipRetx>
<timerInviteExpires>180</timerInviteExpires>
<timerRegisterExpires>3600</timerRegisterExpires>
<timerRegisterDelta>5</timerRegisterDelta>
<timerKeepAliveExpires>120</timerKeepAliveExpires>
<timerSubscribeExpires>120</timerSubscribeExpires>
<timerSubscribeDelta>5</timerSubscribeDelta>
<timerT1>500</timerT1>
<timerT2>4000</timerT2>
<maxRedirects>70</maxRedirects>
<remotePartyID>false</remotePartyID>
<userInfo>None</userInfo>
</sipStack>

<autoAnswerTimer>1</autoAnswerTimer>
<autoAnswerAltBehavior>false</autoAnswerAltBehavior>
<autoAnswerOverride>true</autoAnswerOverride>
<transferOnhookEnabled>false</transferOnhookEnabled>
<enableVad>false</enableVad>

<stutterMsgWaiting>1</stutterMsgWaiting>
<callStats>false</callStats>
<silentPeriodBetweenCallWaitingBursts>10</silentPeriodBetweenCallWaitingBursts>
<disableLocalSpeedDialConfig>false</disableLocalSpeedDialConfig>
<startMediaPort>16384</startMediaPort>
<stopMediaPort>32766</stopMediaPort>

<sipLines>
<line button=”1″>
<featureID>9</featureID>
<featureLabel>0011</featureLabel>
<proxy>172.16.1.16</proxy>
<port>5060</port>
<name>8047</name>
<displayName>8047</displayName>
<autoAnswer>
<autoAnswerEnabled>2</autoAnswerEnabled>
</autoAnswer>
<callWaiting>3</callWaiting>
<authName></authName>
<AuthUserName></AuthUserName>
<authPassword></authPassword>
<sharedLine>false</sharedLine>
<messageWaitingLampPolicy>1</messageWaitingLampPolicy>
<messagesNumber>*97</messagesNumber>
<ringSettingIdle>4</ringSettingIdle>
<ringSettingActive>5</ringSettingActive>
<contact>0011</contact>
<forwardCallInfoDisplay>
<callerName>true</callerName>
<callerNumber>false</callerNumber>
<redirectedNumber>false</redirectedNumber>
<dialedNumber>true</dialedNumber>
</forwardCallInfoDisplay>
</line>

</sipLines>

<voipControlPort>5060</voipControlPort>
<dscpForAudio>184</dscpForAudio>
<ringSettingBusyStationPolicy>0</ringSettingBusyStationPolicy>

</sipProfile>

<webAccess>1</webAccess>

<loadInformation>SIP3951.8-1-4a</loadInformation>

<capfAuthMode>0</capfAuthMode>
<capfList>
<capf>
<phonePort>3804</phonePort>
</capf>
</capfList>

<certHash></certHash>
<encrConfig>false</encrConfig>

</device>

  • Set DHCP server dengan opsi 150 dan diarahkan ke server IP PBX untuk tftpserver.
  • Karena IP phone Cisco 3911 tidak bisa menggunakan username dan password, tambahkan ekstensi 8047 langsung ke sip_custom.conf:

 

;Cisco IP PHone 3911
[8047]
deny=0.0.0.0/0.0.0.0
secret=
canreinvite=no
context=from-internal
host=dynamic
type=friend
nat=yes
port=5060
qualify=yes
transport=udp
pickupgroup=
dial=SIP/8047
mailbox=8047@device
permit=0.0.0.0/0.0.0.0

  • Edit extensions_custom.conf di bawah context [from-internal-custom] tambahkan baris:

 

;cisco 3911
exten => 8047,1,Dial(SIP/8047,30)

  • Setelah klik Save dan Reload Asterisk, cabut dan nyalakan perangkat ip phone Cisco 3911. Jika berhasil, maka ip phone bisa digunakan untuk menelpon dan juga ditelpon.

photo_2016-11-07_15-59-51

 

Link Download:

Line/Trunk BLF di Grandstream GXP2200/GXP2200EXT & Elastix

Kadang memigrasikan sebuah PBX lama ke Asterisk based IP PBX gampang-gampang susah. Malah yang lebih membuat tidak mudah adalah user yang ingin mempertahankan “kebiasaan” dalam berkomunikasi melalui PBX lama. Salah satunya, yang sedang saya kerjakan adalah request operator untuk memunculkan indikator line/trunk mana yang kosong seperti di telepon keytel lamanya.

panasonic-digital-proprietary-telepon-kx-dt321-7524-765028-1

Sedangkan perangkat penggantinya adalah sebuah ip phone keluaran Grandstream seri GXP2200 + GXP2200EXT yang memiliki tambahan board dengan 20 tombol/lampu BLF (karena layar bisa digeser, bisa memuat 40 tombol cepat ekstensi yang bisa dihubungi).

gxp2200ext2_822f7560f300417004402e44dc5c486a

Akhirnya diputuskan memanfaatkan lampu indikator BLF tersebut untuk keperluan indikator line/trunk. Yang dilakukan adalah sebagai berikut:

Setting Elastix

Dengan asumsi IP PBX yang digunakan adalah Elastix dengan 10 line PSTN , maka edit file extensions_custom.conf melalui web (menu PBX -> Tools -> Asterisk File Editor -> Show Filter) dan tambahkan baris di bawah [from-internal-custom] seperti berikut:

[from-internal-custom]

exten => LINE01,1,Dial(DAHDI/1)
exten => LINE01,hint,DAHDI/1
exten => LINE02,1,Dial(DAHDI/2)
exten => LINE02,hint,DAHDI/2
exten => LINE03,1,Dial(DAHDI/3)
exten => LINE03,hint,DAHDI/3
exten => LINE04,1,Dial(DAHDI/4)
exten => LINE04,hint,DAHDI/4
exten => LINE05,1,Dial(DAHDI/5)
exten => LINE05,hint,DAHDI/5
exten => LINE06,1,Dial(DAHDI/6)
exten => LINE06,hint,DAHDI/6
exten => LINE07,1,Dial(DAHDI/7)
exten => LINE07,hint,DAHDI/7
exten => LINE08,1,Dial(DAHDI/8)
exten => LINE08,hint,DAHDI/8
exten => LINE09,1,Dial(DAHDI/9)
exten => LINE09,hint,DAHDI/9
exten => LINE10,1,Dial(DAHDI/10)
exten => LINE10,hint,DAHDI/10

Klik Save dan Reload Asterisk. Setelah itu, edit sip_custom.conf dari web juga dan tambahkan baris:

[LINE01]
subscribecontext=from-internal-custom
[LINE02]
subscribecontext=from-internal-custom
[LINE03]
subscribecontext=from-internal-custom
[LINE04]
subscribecontext=from-internal-custom
[LINE05]
subscribecontext=from-internal-custom
[LINE06]
subscribecontext=from-internal-custom
[LINE07]
subscribecontext=from-internal-custom
[LINE08]
subscribecontext=from-internal-custom
[LINE09]
subscribecontext=from-internal-custom
[LINE10]
subscribecontext=from-internal-custom 

Atau kalau mau lebih ringkes:

[trunk-blf](!)

subscribecontext=from-internal-custom

[LINE01](trunk-blf)

[LINE02](trunk-blf)

[LINE03](trunk-blf)

[LINE04](trunk-blf)

[LINE05](trunk-blf)

[LINE06](trunk-blf)

[LINE07](trunk-blf)

[LINE08](trunk-blf)

[LINE09](trunk-blf)

[LINE10](trunk-blf)

Klik Save dan Reload Asterisk.

Setting Di Grandstream GXP2200

Login di web manajemen GXP2200, pilih tab Advanced Settings -> MPK EXT1 Settings lalu pilih line MPK 1 sampai dengan 10. Untuk pengisian, misal di MPK nomer 10:

Key ModeBusy Lamp Field (BLF)

Account : <nama akun SIP>

Name: <nama line yang akan muncul di layar> LINE10

UserID: <sesuai setting di sip_custom.conf> LINE10

line-pstn-monitoring

Setting yang sama untuk line 1 – 9 seperti pada gambar. Jika berhasil, maka seluruh line/trunk akan terdeteksi di BLF GXP2200EXT.

photo_2016-11-06_00-11-37

Kalau kita melakukan panggilan keluar, maka line yang digunakan akan berwarna merah:

photo_2016-11-06_00-11-43

Selain itu kita juga bisa memilih hendak menelpon melalui line/trunk yang manapun dengan menekan salah satu tombol BLF line/trunk tersebut. Dan yang lebih lucu lagi, kita bisa menyusun ulang tombol-tombol BLF sesuai permintaan. Misal, LINE01 di baris BLF di atas dimulai dari sebelah kanan, lalu LINE02 di kiri, LINE03 ke kanan dst seperti zigzag. Request dari user, agar supaya semua BLF terkumpul di sebelah kiri semua. Di halaman MPK EXT1 Settings di atas, kita bisa mengurutkan dengan menekan tombol up down dengan mudah.

photo_2016-11-06_00-17-51

Selamat mencoba!

Spotify di Ubuntu

Sebenarnya di web Spotify sendiri sudah ada instruksinya. Cuma ya masih ada aja yang nanya ke sana ke sini alih-alih nyari dulu di web-nya. Jadi berikut ini saya comot apa adanya dari https://www.spotify.com/id/download/linux/

Installation

# 1. Add the Spotify repository signing key to be able to verify downloaded packages
sudo apt-key adv --keyserver hkp://keyserver.ubuntu.com:80 --recv-keys BBEBDCB318AD50EC6865090613B00F1FD2C19886

# 2. Add the Spotify repository
echo deb http://repository.spotify.com stable non-free | sudo tee /etc/apt/sources.list.d/spotify.list

# 3. Update list of available packages
sudo apt-get update

# 4. Install Spotify
sudo apt-get install spotify-client

[Tips] Menghilangkan Warning “chan_iax2.c: update_registry: Restricting registration for peer ‘XXXX’ to 60 seconds”

Pernah menemui log seperti ini:

[2016-09-27 11:31:14] NOTICE[2284]: chan_iax2.c:8974 update_registry: Restricting registration for peer ‘XXXX’ to 60 seconds (requested 30 0)
[2016-09-27 11:32:09] NOTICE[2284]: chan_iax2.c:8974 update_registry: Restricting registration for peer ‘XXXX’ to 60 seconds (requested 30 0)
[2016-09-27 11:33:04] NOTICE[2278]: chan_iax2.c:8974 update_registry: Restricting registration for peer ‘XXXX’ to 60 seconds (requested 30 0)
[2016-09-27 11:33:59] NOTICE[2280]: chan_iax2.c:8974 update_registry: Restricting registration for peer ‘XXXX’ to 60 seconds (requested 30 0)
[2016-09-27 11:34:54] NOTICE[2278]: chan_iax2.c:8974 update_registry: Restricting registration for peer ‘XXXX’ to 60 seconds (requested 30 0)

contohnya kalau kita memiliki virtual FAX di Asterisk kita dengan IAX2 protocol, biasanya sering muncul log demikian. Sebenarnya ini ndak menimbulkan masalah, tapi cukup untuk memenuhi log, apalagi jika verbosity-nya tinggi. Untuk mengatasi warning tersebut,edit file /etc/iaxmodem/iaxmodem-cfg.ttyIAX1 dan ganti baris:

refresh         300

Menjadi:

refresh         60

Lalu reload iaxmodem dengan perintah:  service iaxmodem restart.

Selamat mencoba.

[tips] CallPickup

Pernah menemui kejadian seperti berikut?

Pada saat jam istirahat, atau beberapa kolega sedang ada rapat/pertemuan bulanan, kita menemui banyak meja kantor yang kosong. Beberapa meja terdapat ip phone yang kadang lupa diset DND (Do Not Disturb), sehingga ketika ada panggilan masuk, telepon akan tetap berdering. Lalu kebetulan kita sedang berada di ruangan yang sama, hanya saja letak pesawat telepon yang berdering agak jauh dari meja kita, sehingga harus berjalan dulu menuju ke meja tersebut untuk mengangkat telepon (bagi kantor yang menganggap semua panggilan masuk cukup penting), untuk sekedar memberitahukan orang yang dituju belum datang atau sedang ada keperluan ke luar.Itu sebabnya diperlukan call pickup. Ada dua jenis call pickup, yaitu call pickup biasa dan direct call pickup.

Call pickup biasa bisa diakses dengan menekan tombol *8 tanpa harus mengetahui nomer ekstensi mana yang sedang berdering, selama nomer ekstensi tersebut berada di dalam satu group call pickup.

Direct call pickup bisa diakses dengan menekan **<nomer ekstensi>, apabila kita sudah tau nomer ekstensi yang sedang berdering, atau jika ada lebih dari satu nomer ekstensi yang berdering saat kantor kosong, dan kita ingin memilih menerima telpon dari salah satu nomer yang berdering. Misal nomer ekstensi lain yang sedang berdering adalah 101, untuk melakukan direct call pickup, cukup menekan **101.

Supaya kita bisa melakukan call pickup, pertama harus ditentukan terlebih dahulu ekstensi-ekstensi mana saja yang boleh dipickup, kemudian jadikan satu group. Hal ini untuk menghindari kejadian bila kita hendak call pickup sebuah nomer ekstensi yang sedang berdering dengan kode *8, tapi tanpa sepengetahuan kita, ternyata telepon di kantor CEO juga sedang berdering, sehingga bisa alih-alih pickup ekstensi yang ada di dekat kita, malah ekstensi CEO yang kita pickup, atau departemen lain.

Masuk ke menu PBX -> PBX Configuration -> Extensions lalu pilih ekstensi yang hendak dijadikan satu group. Pada halaman tersebut di bagian callgroup dan pickupgroup masukkan nomer group, misal 1. Klik Submit setelah itu, lalu ulangi dengan ekstensi lain yang hendak dijadikan satu group. Setelah selesai klik Apply Config.

Pastikan setting berjalan dengan melakukan test.

 

AsterConferenceAsia 2016

Pada tanggal 30 Agustus 2016 kemarin dapet undangan dari teman di Harvl untuk ikut acara gatheringan komunitas Asterisk di Surabaya, tepatnya di hotel Shangri La, Jl. Mayjend Sungkono No. 120, Jawa Timur 60256. Acara tersebut disponsori oleh Digium (sebagai sponsor utama) dan juga beberapa vendor appliance berbasiskan Asterisk dan ip phone, distributor perangkat telephony, dan juga sebuah perusahaan Manage Service Provider,  antara lain Grandstream, Yeastar, JCMex, Yealink, Dinstar, OGI, Beskom, Dinstar, Hypernet, dan Htek. Event Organizer-nya dari SECtraining, Malaysia, yang juga mendatangkan David Duffet, Worldwide Asterisk Community Director. Acaranya lumayan rame, karena banyak vendor yang dateng, jadi bisa sambil ngumpulin brosur buat referensi belanja project selanjutnya nanti dari kantor.

Hanya sayangnya, dari audience sepertinya belum begitu antusias atau bahkan sebenarnya masih belum begitu ngeh dengan tema yang dibawakan dalam acara tersebut. Sebenarnya seneng-seneng aja ada dari pihak sekolah lanjutan yang mendatangkan muridnya ikut, tapi sepertinya mereka mengharapkan semacam training gratis, bukan materi presentasi umum. Dan kebetulan kok ya ndak ada demo teknis sama sekali waktu itu. Sepertinya sasaran yang tepat untuk acara kemaren lebih ke orang-orang dari SMB, corporate, industrial, dan sejenisnya. Tapi, ya sudah lah, yang penting saya seneng dapat banyak temen baru, dapat relasi baru, bisa ketemu teman-teman komunitas Asterisk Indonesia juga (walaupun cuma mas Anton dan mas Imam, hahahah). Dan lumayan juga bisa ngobrol banyak sama David Duffet yang kebetulan orangnya baik dan ramah juga. Semoga lain waktu ada acara serupa yang lebih rame lagi dan seru dan jangan kapok dengan audience yang malu-malu nanya, karena komunitas yang begini masih jarang di Indonesia.

Dan sayangnya lagi kemaren ndak dapet lucky draw yang hadiahnya juga top banget. Sebenernya ngarepin card E1 dari Digium. Selamat buat yang menang kemarin.

 

Links

vellichor

n. the strange wistfulness of used bookstores, which are somehow infused with the passage of time—filled with thousands of old books you’ll never have time to read, each of which is itself locked in its own era, bound and dated and papered over like an old room the author abandoned years ago, a hidden annex littered with thoughts left just as they were on the day they were captured.

 

http://www.dictionaryofobscuresorrows.com/