Friday, October 24. 2008FreeBSD, Apache, MySQL dan PHP![]() Gara-gara sering menginstall FreeBSD dengan Apache, MySQL dan PHP dari source, saya mendapatkan kesulitan ketika saya ingin menginstall dari port collection FreeBSD. Pertimbangan saya adalah untuk kemudahan maintenance, update, upgrade, dan kemudahan-kemudahan lain yang saya perlukan ketika saya ingin menginstall sesuatu dari port collection yang notabene aplikasi Web based. Pada dasarnya instalasinya hanya melibatkan 4 port saja yaitu: /usr/ports/databases/mysql50-server/ Sedangkan beberapa langkah tambahannya adalah:
Tetapi pada saat saya menjalankan perintah /usr/local/sbin/apachectl start saya mendapatkan error message seperti ini:
Ternyata permasalahannya adalah pada saat saya menginstall PHP, saya tidak menjalankan make config untuk memberi tanda centang "Build Apache Module". Lalu saya ulangi lagi instalasi PHP dengan terlebih dahulu menjalankan perintah make config yang akan menampilkan menu. Lalu kita centang bagian "Build Apache Module": Dan tidak lupa pada saat instalasi php5-extensions dengan perintah make config saya tandai opsi "MySQL database support": Monday, March 24. 2008Lupa Password Root MySQL
Karena sudah lama tidak menggunakan server MySQL yang ada di kantor, ketika hendak menggunakannya untuk aplikasi baru, passwordnya malah lupa. Terpaksa browsing-browsing dulu untuk mencari caranya. Dulu sih sudah pernah diajarin sama temen. Jadi supaya tidak lupa lagi, saya tuliskan saja di sini langkah-langkahnya (saya newbie lho untuk bidang MySQL-an, hehehe).
Asumsi
Langkah-langkah
referensi: http://www.cyberciti.biz/tips/recover-mysql-root-password.html Wednesday, January 9. 2008PF Rules Untuk DMZLatar BelakangAda permintaan dari seorang teman untuk membantu setup DMZ di kantornya. Adapun ketentuannya adalah sebagai berikut:
Untuk lebih jelasnya, berikut ini adalah gambar topologinya: Continue reading "PF Rules Untuk DMZ" Monday, December 10. 2007PF dan Tunnel GRE/IPIPLatar BelakangSalah seorang teman meminta tolong kepada saya untuk memperbolehkan melewatkan traffic tunnel dari kantornya Yogyakarta ke kantornya di Jakarta melalui server FreeBSD saya. Tunnel yang digunakan adalah GRE/IPIP. Itu berarti akan ada interface tambahan di server FreeBSD saya, yaitu interface gif. ![]() PermasalahanPolicy server FreeBSD saya adalah default block dengan menggunakan PF Firewall, yang tidak bisa mengallow atau memblock semua trafik yang melalui interface gif. SolusiSetelah semua rule block di PF, saya menambahkan baris berikut:
Dengan begitu semua trafik tunnel dapat lewat dengan lancar. Tuesday, October 30. 2007Backup Server OtakUdang.OrgLatar BelakangDulu sekali sebelum blog OtakUdang yang satu ini saya buat, saya pernah punya blog OtakUdang yang lama ditempatkan di sebuah pergurutan tinggi swasta di Yogyakarta, atas kebaikan seorang teman. Hanya saja server tempat saya hosting gratisan tersebut tidak disambungkan ke UPS sedangkan kondisi listrik di Indonesia... OMG!. Walhasil setelah bolak balik down harddisk server tersebut rusak parah dan data-data postingan saya yang lama tidak bisa terselamatkan. Berbekal pengalaman pahit tersebut, kemudian saya mencoba membangun OtakUdang yang berikutnya (hence OtakUda-NG - Next Genre) di sebuah server sumbangan dari teman saya yang kemudian saya letakkan di kantor saya sendiri, dan tentu saja bandwidth yang digunakan adalah bandwidth gratisan dari kantor. Kali ini saya menggunakan UPS untuk menghindari kejadian yang seperti dulu. Tidak puas dengan hanya berbekal UPS untuk menjaga data-data postingan, saya kemudian membeli layanan hosting komersial karena saya inget sebuah kalimat bijak Jawa "Murah kok arep njaluk slamet..", dan kebetulan untuk lokasi server saya memilih yang luar negeri. Server yang di luar negeri saya beri nama www1.otakudang.org, sedangkan yang ada di dalam negeri saya berikan nama www2.otakudang.org. Permasalahan berikutnya yang muncul adalah, jika saya melakukan posting di server yang luar negeri, dan kebetulan jika posting saya tersebut harus upload gambar, maka aksesnya tidak akan selancar jika saya mengakses server yang ada di kantor. Jadi idenya adalah, saya posting melalui server yang di kantor, lalu secara otomatis, postingan tersebut juga akan muncul di server yang luar negeri, tanpa harus mengetik ulang. Saya melakukan sinkronisasi ini dengan software rsync untuk file-file yang saya upload. Tapi ternyata saya masih menemui kendala lain yaitu sinkronisasi database MySQL. Akhirnya saya memutuskan menggunakan satu server database saja untuk kedua server tersebut. Server database yang digunakan adalah yang berada di luar negeri. Dan untuk sinkronisasi file, server luar negeri akan saya beri script simple yang akan melakukan sinkronisasi ini di waktu-waktu tertentu, yaitu dengan menggunakan program rsync. Sedangkan rsync tersebut akan saya lewatkan melalui protokol ssh. Nah, berikutnya, bagaimana saya bisa membuat rsync login otomatis melalui ssh di server remote? Ini adalah permasalah lain lagi. Asumsi
Continue reading "Backup Server OtakUdang.Org" Monday, October 1. 2007Bug Cacti Versi 0.8.6j Untuk Graph Call Count Quintum (Ramadhan Day 20)
Masih melanjutkan tulisan soal SNMP Quintum, kali ini saya ingin menampilkan graph nya dengan Cacti, sebuah front end RRdtool dengan backend database MySQL.
Per instalasi yang saya lakukan, versi terbaru dari Cacti adalah 0.8.6j digabung dengan RRDTool versi 1.2.23 (terbaru). Tapi ketika saya ingin menambahkan grafik custom OID, saya mendapat error ketika mendebug grafik yang tidak mau tampil Error tersebut nampak seperti di bawah ini: RRDTool Command: Yang saya lakukan berikutnya adalah melakukan patch file rrd.php di dalam direktori cacti/lib. Sedangkan patchnya adalah sebagai berikut:
Continue reading "Bug Cacti Versi 0.8.6j Untuk Graph Call Count Quintum (Ramadhan Day 20)" Wednesday, September 26. 2007Static Routing FreeBSD dan rc.conf (Ramadhan Day 14)
Kebiasaan jelek nih. Lupa terus caranya naruh static routing di FreeBSD. Terutama ketika naruh static routing tersebut ke dalam konfigurasi /etc/rc.conf. Di FreeBSD, ternyata kita harus cukup hafal dengan setting di dalam file ini.
Oke.. kenapa saya butuh static routing? Karena saya menemukan jaringan yang seperti ini: Yang dibutuhkan adalah semua host yang berada di LAN - A bisa terkoneksi dengan semua host yang berada di LAN - B dan sebaliknya. Maka pada Router FreeBSD 192.168.0.254/24 saya menjalankan perintah seperti ini (dengan privilege root): shell# route add -net 172.16.0.0/24 10.0.0.2 Perintah di atas mengatakan bahwa agar semua host yang berada di LAN - B bisa dihubungi oleh semua host di LAN - A melalui gateway 10.0.0.2 Hal yang sama kita lakukan dengan Router FreeBSD 172.16.0.254/24: shell# route add -net 192.168.0.0/24 10.0.0.1 Yang menyatakan bahwa semua host di LAN - A bisa dihubungi oleh semua host yang berada di LAN - B melalui 10.0.0.1. Lalu agar setting tersebut bisa bertahan terhadap system reboot/restart, tambahkan baris berikut ini di /etc/rc.conf pada Router FreeBSD 192.168.0.254/24: static_routes="LAN-B" Dan pada /etc/rc.conf Router FreeBSD 172.16.0.254/24: static_routes="LAN-A"
(Page 1 of 3, totaling 21 entries)
» next page
|
QuicksearchCategoriesConsolePlurk |


Comments