Friday, February 10. 2012OpenVPN dengan pfSense
Kalo baca-baca postingan saya yang lalu tentang bagaimana membuat koneksi vpn dengan OpenVPN dari source, rasanya repot banget kalau tiap saat harus membuat sertifikat klien yang baru. Kalo masih satu dua sih tidak apa-apa. Akan jadi masalah jika jumlah user sudah mencapai 10an. Dan akhirnya saya menemukan bahwa menjadikan pfSense sebagai vpn concentrator jauh lebih mudah dibanding harus compile OpenVPN dari source dan mengedit konfigurasi dari scratch. Dengan asumsi bahwa pfSense yang digunakan adalah versi 2.0.1-RELEASE
Continue reading "OpenVPN dengan pfSense" Sunday, January 15. 2012Akses ke 1:1 NAT dari LAN
Wah, sudah lama banget tidak bermain dengan mesin satu ini, sampai dengan semalam, akhirnya salah satu kawan mengalami kesulitan mengakses semua web server yang ada di belakang mesin NAT pfSense. Skenarionya adalah, pada router pfSense terdapat beberapa alias ip address public yang dipasang pada external interface-nya. Sedangkan semua web server yang di belakang router diberikan ip address block private (192.168.1.100-192.168.1.200). Sebagai informasi tambahan, semua PC/Workstation yang ada di LAN dijatah blok ip address 192.168.1.1 - 192.168.1.99). Yang menjadi permasalahan adalah, semua web server tersebut bisa diakses dari network luar dengan mengakses ip public 1:1 NAT di pfSense, tetapi tidak dari LAN. Sebenarnya bisa sih jika dari LAN mengakses semua web server dengan memasukkan ip address 192.168.1.100 - 192.168.1.200 di atas, tetapi keinginan dari policy nya tidak begitu. Semua web server tersebut harus bisa diakses via ip public yang diNAT 1:1 baik dari luar jaringan maupun dari LAN.
Skema ini di dalam pfSense disebut sebagai NAT reflection. Cuma setelah baca-baca di beberapa forum pfSense, NAT reflection seperti ini cuma bisa untuk port forwarding. Dan untuk 1:1 NAT, NAT reflection ini harus didisable. Setelah dicoba-coba, akhirnya menemukan cara seperti di bawah ini. Oh iya.. sebelum memulai saya mengasumsikan bahwa pfSense (versi 2.0.1-RELEASE) sudah diinstall dan sudah menjalankan NAT standar untuk outgoing packet-nya. Detail instalasi dari pfSense, pemberian ip address, dan lain sebagainya saya lewati dulu. Kapan-kapan saya bahas di postingan yang lain.
Continue reading "Akses ke 1:1 NAT dari LAN" Friday, October 24. 2008FreeBSD, Apache, MySQL dan PHP![]() Gara-gara sering menginstall FreeBSD dengan Apache, MySQL dan PHP dari source, saya mendapatkan kesulitan ketika saya ingin menginstall dari port collection FreeBSD. Pertimbangan saya adalah untuk kemudahan maintenance, update, upgrade, dan kemudahan-kemudahan lain yang saya perlukan ketika saya ingin menginstall sesuatu dari port collection yang notabene aplikasi Web based. Pada dasarnya instalasinya hanya melibatkan 4 port saja yaitu: /usr/ports/databases/mysql50-server/ Sedangkan beberapa langkah tambahannya adalah:
Tetapi pada saat saya menjalankan perintah /usr/local/sbin/apachectl start saya mendapatkan error message seperti ini:
Ternyata permasalahannya adalah pada saat saya menginstall PHP, saya tidak menjalankan make config untuk memberi tanda centang "Build Apache Module". Lalu saya ulangi lagi instalasi PHP dengan terlebih dahulu menjalankan perintah make config yang akan menampilkan menu. Lalu kita centang bagian "Build Apache Module": Dan tidak lupa pada saat instalasi php5-extensions dengan perintah make config saya tandai opsi "MySQL database support": Monday, March 24. 2008Lupa Password Root MySQL
Karena sudah lama tidak menggunakan server MySQL yang ada di kantor, ketika hendak menggunakannya untuk aplikasi baru, passwordnya malah lupa. Terpaksa browsing-browsing dulu untuk mencari caranya. Dulu sih sudah pernah diajarin sama temen. Jadi supaya tidak lupa lagi, saya tuliskan saja di sini langkah-langkahnya (saya newbie lho untuk bidang MySQL-an, hehehe).
Asumsi
Langkah-langkah
referensi: http://www.cyberciti.biz/tips/recover-mysql-root-password.html Wednesday, January 9. 2008PF Rules Untuk DMZLatar BelakangAda permintaan dari seorang teman untuk membantu setup DMZ di kantornya. Adapun ketentuannya adalah sebagai berikut:
Untuk lebih jelasnya, berikut ini adalah gambar topologinya: Continue reading "PF Rules Untuk DMZ" Monday, December 10. 2007PF dan Tunnel GRE/IPIPLatar BelakangSalah seorang teman meminta tolong kepada saya untuk memperbolehkan melewatkan traffic tunnel dari kantornya Yogyakarta ke kantornya di Jakarta melalui server FreeBSD saya. Tunnel yang digunakan adalah GRE/IPIP. Itu berarti akan ada interface tambahan di server FreeBSD saya, yaitu interface gif. ![]() PermasalahanPolicy server FreeBSD saya adalah default block dengan menggunakan PF Firewall, yang tidak bisa mengallow atau memblock semua trafik yang melalui interface gif. SolusiSetelah semua rule block di PF, saya menambahkan baris berikut:
Dengan begitu semua trafik tunnel dapat lewat dengan lancar. Tuesday, October 30. 2007Backup Server OtakUdang.OrgLatar BelakangDulu sekali sebelum blog OtakUdang yang satu ini saya buat, saya pernah punya blog OtakUdang yang lama ditempatkan di sebuah pergurutan tinggi swasta di Yogyakarta, atas kebaikan seorang teman. Hanya saja server tempat saya hosting gratisan tersebut tidak disambungkan ke UPS sedangkan kondisi listrik di Indonesia... OMG!. Walhasil setelah bolak balik down harddisk server tersebut rusak parah dan data-data postingan saya yang lama tidak bisa terselamatkan. Berbekal pengalaman pahit tersebut, kemudian saya mencoba membangun OtakUdang yang berikutnya (hence OtakUda-NG - Next Genre) di sebuah server sumbangan dari teman saya yang kemudian saya letakkan di kantor saya sendiri, dan tentu saja bandwidth yang digunakan adalah bandwidth gratisan dari kantor. Kali ini saya menggunakan UPS untuk menghindari kejadian yang seperti dulu. Tidak puas dengan hanya berbekal UPS untuk menjaga data-data postingan, saya kemudian membeli layanan hosting komersial karena saya inget sebuah kalimat bijak Jawa "Murah kok arep njaluk slamet..", dan kebetulan untuk lokasi server saya memilih yang luar negeri. Server yang di luar negeri saya beri nama www1.otakudang.org, sedangkan yang ada di dalam negeri saya berikan nama www2.otakudang.org. Permasalahan berikutnya yang muncul adalah, jika saya melakukan posting di server yang luar negeri, dan kebetulan jika posting saya tersebut harus upload gambar, maka aksesnya tidak akan selancar jika saya mengakses server yang ada di kantor. Jadi idenya adalah, saya posting melalui server yang di kantor, lalu secara otomatis, postingan tersebut juga akan muncul di server yang luar negeri, tanpa harus mengetik ulang. Saya melakukan sinkronisasi ini dengan software rsync untuk file-file yang saya upload. Tapi ternyata saya masih menemui kendala lain yaitu sinkronisasi database MySQL. Akhirnya saya memutuskan menggunakan satu server database saja untuk kedua server tersebut. Server database yang digunakan adalah yang berada di luar negeri. Dan untuk sinkronisasi file, server luar negeri akan saya beri script simple yang akan melakukan sinkronisasi ini di waktu-waktu tertentu, yaitu dengan menggunakan program rsync. Sedangkan rsync tersebut akan saya lewatkan melalui protokol ssh. Nah, berikutnya, bagaimana saya bisa membuat rsync login otomatis melalui ssh di server remote? Ini adalah permasalah lain lagi. Asumsi
Continue reading "Backup Server OtakUdang.Org"
(Page 1 of 4, totaling 23 entries)
» next page
|
QuicksearchCategories |