Monday, October 1. 2007Bug Cacti Versi 0.8.6j Untuk Graph Call Count Quintum (Ramadhan Day 20)
Masih melanjutkan tulisan soal SNMP Quintum, kali ini saya ingin menampilkan graph nya dengan Cacti, sebuah front end RRdtool dengan backend database MySQL.
Per instalasi yang saya lakukan, versi terbaru dari Cacti adalah 0.8.6j digabung dengan RRDTool versi 1.2.23 (terbaru). Tapi ketika saya ingin menambahkan grafik custom OID, saya mendapat error ketika mendebug grafik yang tidak mau tampil Error tersebut nampak seperti di bawah ini: RRDTool Command: Yang saya lakukan berikutnya adalah melakukan patch file rrd.php di dalam direktori cacti/lib. Sedangkan patchnya adalah sebagai berikut:
Continue reading "Bug Cacti Versi 0.8.6j Untuk Graph Call Count Quintum (Ramadhan Day 20)" Wednesday, September 26. 2007Static Routing FreeBSD dan rc.conf (Ramadhan Day 14)
Kebiasaan jelek nih. Lupa terus caranya naruh static routing di FreeBSD. Terutama ketika naruh static routing tersebut ke dalam konfigurasi /etc/rc.conf. Di FreeBSD, ternyata kita harus cukup hafal dengan setting di dalam file ini.
Oke.. kenapa saya butuh static routing? Karena saya menemukan jaringan yang seperti ini: Yang dibutuhkan adalah semua host yang berada di LAN - A bisa terkoneksi dengan semua host yang berada di LAN - B dan sebaliknya. Maka pada Router FreeBSD 192.168.0.254/24 saya menjalankan perintah seperti ini (dengan privilege root): shell# route add -net 172.16.0.0/24 10.0.0.2 Perintah di atas mengatakan bahwa agar semua host yang berada di LAN - B bisa dihubungi oleh semua host di LAN - A melalui gateway 10.0.0.2 Hal yang sama kita lakukan dengan Router FreeBSD 172.16.0.254/24: shell# route add -net 192.168.0.0/24 10.0.0.1 Yang menyatakan bahwa semua host di LAN - A bisa dihubungi oleh semua host yang berada di LAN - B melalui 10.0.0.1. Lalu agar setting tersebut bisa bertahan terhadap system reboot/restart, tambahkan baris berikut ini di /etc/rc.conf pada Router FreeBSD 192.168.0.254/24: static_routes="LAN-B" Dan pada /etc/rc.conf Router FreeBSD 172.16.0.254/24: static_routes="LAN-A" Tuesday, September 25. 2007PF dan FTP Passive Mode (Ramadhan Day 13)
Kadang-kadang saya mengalami kejadian, ketika saya mengakses server saya yang berada di lokasi remote melalui FTP, saya sering mengalami kegagalan akses FTP seperti tidak mau ngambil file, tidak mau melist isi direktori di remote server dan lain sebagainya. Hal ini disebabkan karena saya sedang menjalankan FTP dalam mode passive. Gampangnya begini, karena suatu hal sekarang ini kita banyak menggunakan NAT untuk koneksi dari tempat kita ngenet. Hal ini agar kita bisa reuse ip address yang sama untuk beberapa host sekaligus. Dan hal ini kadang-kadang tidak bisa mendukung kerja kita dengan menggunakan FTP. Karena, ketika kita menginisiasi sebuah koneksi FTP dari bawah NAT router, kita akan menggenerate informasi tentang port yang dipilih secara random oleh client ftp, yang kemudian digunakan server NAT untuk mengakses FTP server yang kita arah. Dan di sini kadang-kadang firewall di FTP server tidak mau menerima inisiasi tersebut dikarenakan originating koneksi tersebut bukan dari server NAT melainkan dari client NAT yang ada di bawah router NAT tersebut. Untuk mengatasi hal ini, di FreeBSD terutama, saya mengakali dengan menggunakan program /usr/libexec/ftp-proxy yang secara default listen di port 8021 di interface localhost (lo0). ftp-proxy tersebut saya aktifkan melalui inetd dengan cara mengedit file /etc/inetd.conf, dan menghilangkan tanda comment (#) pada baris:
Lalu restart inetd: shell> /etc/rc.d/inetd restart Pada konfigurasi PF (dalam hal ini konfigurasi saya ada di /etc/pf.conf) saya tambahkan baris berikut ini pada kelompok sesi NAT: nat-anchor "ftp-proxy/*" Sedangkan di sesi rules, saya tambahkan: anchor "ftp-proxy/*" Kita check syntax PF, dan jika syntax sudah oke, kita load ulang konfigurasi PF yang baru: shell> pfctl -nf /etc/pf.conf refrensi: http://www.openbsd.org/faq/pf/ftp.html Sunday, September 23. 2007Soundcard di FreeBSD 6.x (Ramadhan Day 11)
Sekedar untuk catatan saja, tulisan ini bertujuan supaya saya tidak lupa akan langkah-langkah untuk mendeteksi soundcard di PC FreeBSD saya. Dimulai dengan perintah di shell console seperti di bawah ini:
output:
Perintah kldload snd_driver dijalankan karena saya tidak yakin dengan driver yang sesuai dengan soundcard saya. Setelah itu saya melihat driver yang diload terserbut dengan perintah kedua, sehingga saya mendapatkan output seperti di atas dan mengetahui bahwa driver yang diload oleh sistem adalah snd_via8233. Dan pada /etc/rc.conf saya tambahkan baris: snd_via8233_load="YES" agar setiap kali booting, secara otomatis driver tersebut yang akan diload oleh sistem. Cara lain adalah dengan menambahkan konfigurasi pada kernel. Misal seperti di atas tadi, saya memakai driver sound_via8233,maka tambahkan baris berikut pada konfigurasi kernel kita:
Setelah itu saya compile ulang kernel. Thursday, July 12. 2007Video Instalasi FreeBSD 6.2
Iseng-iseng browsing di Metacafe, nemuin ini, video instalasi FreeBSD 6.2. Lumayan lah. Berikut ini saya embed sekalian di sini, sedangkan kalau mau lihat langsung di Metacafe-nya bisa klik di sini.
Install FreeBSD 6.2 Stable - The best free videos are right here Saturday, July 7. 2007Quest To Nagios Log Analyzer
Jadi ceritanya si Ayik ga puas dengan NMSnya yang sekarang, yaitu Nagios. Sebenarnya saya pernah membahas Nagios ini di blog saya yang lama, dan mungkin ada baiknya saya memulai lagi pembahasan tentang NMS (kependekan dari Network Management System), sebuah kombinasi sistem monitoring jaringan dengan hardware (pada umumnya sebuah PC, atau dedicated server, atau dedicated device) dengan software (yang contohnya dalam hal ini adalah Nagios), mengawasi semua gejala atau kejadian di jaringan yang kita manage. Software NMS sendiri ada banyak sekali, beberapa ada yang gratis dan bahkan juga ada yang bayar. Mas Yudhis, teman saya, juga mengimplementasikan sebuah NMS Zabbix untuk memonitoring wilayah kerjanya di Jawa Timur sana (Hail cak!!!), sementara di NOC pusat tempat kerja saya menggunakan sebuah produk propietary (mbayar) yaitu SolarWinds, walaupun Om Kalpin juga sempat bermain-main dengan Nagios juga. Masing-masing memiliki kelebihan sendiri-sendiri mulai dari sisi teknis sampai dengan sisi non teknis.
![]() SolarWinds ![]() Zabbix Kembali kepada permasalahan Ayik tadi, sebenarnya permasalahan Ayik adalah permasalahan yang dialami oleh semua network/server administrator, yang sudah mengimplementasikan banyak sekali sistem monitoring dan mendapatkan semua output yang sesuai dengan setting. Hanya saja, diakui atau tidak, kadang-kadang output nya terlalu banyak. Banyak sekali informasi yang masuk yang dihasilkan oleh NMS kita. Dan sebenarnya apa yang bisa kita lakukan dengan output-output tersebut? Too much informations will kill you! Di sini Ayik menginginkan yang namanya Alert Management. Dari sekian alert yang muncul kadang-kadang tidak menghasilkan kesimpulan akan sesuatu. Dan yang sebenarnya dibutuhkan adalah hal ini. Continue reading "Quest To Nagios Log Analyzer" Wednesday, July 4. 2007Notebook ION M3S BARUSAN kemaren (barusan kok kemaren sih???) dapat kiriman dari kantor pusat, sebuah notebook baru kelas low end dengan merk ION. Tanpa pikir panjang akhirnya saya install saja dengan FreeBSD, karena untuk pekerjaan saya tiap harinya sudah ada dua notebook. Sedangkan untuk FreeBSD saya mendapatkan pinjaman CD FreeBSD versi 6.1. Dan setelah saya install dengan xwin Gnome, saya lakukan update kernel dan port ke 6.2, dan berakhir dengan masalah Xorg yang sudah menjadi versi 7.2. Solusi untuk permasalahan Xorg ini akhirnya saya temukan di file text "/usr/ports/UPDATING" di entri nomer 20070519. Berikut ini saya quote:20070519: Continue reading "Notebook ION M3S"
« previous page
(Page 2 of 4, totaling 23 entries)
» next page
|
QuicksearchCategories |