Microsoft Teams Direct Routing (Tulisan 1)

Kali ini saya menambahkan kategori dalam blog saya yang khusus membahas Microsoft Teams Direct Routing. Pembahasan ini akan terbagi menjadi (rencananya sih) dua. Mungkin bisa lebih, karena memang agak panjang ceritanya. Berikut adalah konteks tentang pembahasan Microsoft Teams.

Latar Belakang

Salah satu bundling Office 365 untuk kebutuhan telekomunikasi suara selama ini dilakukan melalui Skype for Business. Di kantor tempat saya bekerja dulu, kebetulan memiliki anak perusahaan yang berkecimpung di licensing Microsoft (Azzure, O365, dst). Waktu itu (2016 – 2017) saya sempat menggunakan Skype for Business Online. Saya tidak paham semua licensing Microsoft jadi saya tidak tau saya menggunakan yang tipe apa. Icon Skype nya yang warna putih seperti ini:

alih-alih yang berlatar belakang biru dengan hurup S putih.

Waktu itu untuk tersambung ke PSTN, dibutuhkan Cloud Connector. Untuk keperluan Cloud Connector ini, jika servernya install sendiri memerlukan 4 node server (bisa VM, bisa baremetal) dengan resource dan kapasitas yang besar sekali. Saya lupa pastinya berapa, tapi cukup besar untuk hitungan resource server pada saat itu (2016). Dan rasanya ndak perlu juga diingat-ingat karena saya tidak tertarik memasangnya. Opsi lain adalah dengan membeli appliance (waktu itu ditawari dari AudioCode) dengan harga mencapai ratusan juta rupiah, sekali lagi saya lupa pastinya berapa tapi mendekati IDR 200 juta. Dan geblegnya, Cloud Connector tersebut hanya bisa satu realm. Tentu saja terlalu overkill untuk perusahaan yang tidak sekelas BUMN atau swasta yang besar.

Lalu pada tanggal 2 November 2016, produk Microsoft Teams diumumkan (selanjutnya saya sebut sebagai MSTeams saja). MSTeams direncanakan akan menggantikan Skype keseluruhan pada tanggal 31 Juli 2021.

Kenapa MSTeams ?

Pernah dengar buzzword Unified Communication? Ceritanya semua kanal komunikasi dikonsolidasikan untuk kemudahan dalam bekerja. Saya pernah baca di buku Cisco lama, menurut mereka (saat itu) Unified Communication itu adalah mengabstraksi *halah* link telekomunikasi seperti POTS, TDM, SIP, H323, fax, dan seterusnya. Mungkin….ini mungkin lhoo.. ini yang disebut UC 1.0. Awal-awal belajar VoIP memang saya sering menggabungkan beberapa protokol sambungan telepon seperti di atas agar dapat diakses dengan mudah.

Lalu belakangan muncul yang namanya konsolidasi komunikasi dengan menggabungkan email, chat, fax, dan telekomunikasi suara menjadi satu platform. Kayaknya sih ini yang namanya UC 2.0.

Lalu sekarang UC 3.0. Saya masih baca-baca lebih jauh tentang definisi terakhir ini tapi sependek yang saya pahami, UC 3.0 ini buzzwordnya menggabungkan 4 pilar utama yaitu Customer Experience (CX), User Experience (UX), Teams Experience (TX), dan Business Experience (BX). Ada dua pemain yang paling keliatan saat penulisan ini yaitu Slack dan MSTeams. Keduanya menyediakan kolaborasi berdasarkan 4 pilar di atas. Gratis sampai dengan penggunaan fitur tertentu dan berbayar ketika mencapai fitur lainnya. Google Hangout Meet yang terus menjadi Google Meet pun akhir-akhir ini juga tampaknya mulai menyusul.

Kembali ke MSTeams. Salah satu kelebihan yang sesuai dengan bidang saya adalah kemampuannya tersambung ke PSTN, yang memungkinkan SBC melayani lebih dari satu realm.

MSTeams menyediakan dua cara untuk tersambung ke PSTN. Yang pertama adalah Calling Plan. Calling Plan ini menjadikan Microsoft sebagai operator/penyedia layanan telepon, tapi hanya di beberapa negara yaitu (per tanggal tulisan ini):

  • Belgium
  • Canada
  • France
  • Germany
  • Ireland
  • Puerto Rico
  • Netherlands
  • Spain
  • United Kingdom (U.K.)
  • United States (U.S.)

Sebenarnya ada dua lagi yatu Jepang dan Australia. Tapi nomer Jepang dan Australia hanya bisa digunakan di dalam negara masing-masing sehingga ada perlakuan khusus.

Jadi pada dasarnya kita bisa menggunakan nomer dari daftar negara di atas (kecuali tentu saja Australia dan Jepang). Lalu membeli talk time nya dengan list harga ada di sini.

Kelebihannya adalah, kita tidak perlu membeli SBC atau berlangganan cloud SBC untuk tersambung ke PSTN, karena semua sudah ditangani oleh Microsoft. Kekurangannya? Khususnya bagi orang Indonesia, tidak ada nomer dengan kepala +62.

Cara kedua untuk tersambung ke PSTN adalah dengan fitur Direct Routing. Cara ini untuk mengakomodasi pengguna yang membutuhkan nomer di luar list negara di atas. Kalau istilah bakulnya, BYOC, Bring Your Own Carrier. Nah, cara ini membutuhkan SBC. SBC nya sendiri bisa dengan dua cara, on premise atau Carrier hosted SBC. On premise artinya, perangkat SBC berada di lokasi pengguna, bisa berupa appliance maupun vm private cloud pengguna, dan digunakan hanya oleh pengguna tersebut (CAPEX). Atau pengguna juga dapat meletakknya di layanan cloud seperti Azure dan AWS. Sedangkan Carrier hosted SBC, perangkat disediakan operator. Perawatan, pemeliharaan, dan operasi dilakukan oleh operator (OPEX), walhasil SBC dapat digunakan rame-rame oleh banyak pengguna dari realm/domain yang berbeda.

Hal lain yang perlu diketahui, untuk on premise SBC diperlukan:

  • CAPEX untuk pembelian perangkat SBC, baik itu VM di private cloud atau public cloud, atau dalam bentuk hardware/appliance.
  • Satu license Phone System untuk “dibakar” sebagai sambugan ke cloud MSTeams.
  • SSL certificate
  • Sambuang telepon yang hendak digunakan di site SBC.

Ke-4 hal pertama di atas tidak diperlukan ketika menggunakan layanan Carrier hosted SBC.

Baik layanan Calling Plan maupun Direct Routing, masing-masing membutuhkan license tambahan yang namanya license Phone System dari Microsoft. Pada awal saya ngoprek, baru ada 2 Office 365 yang bisa ditambahkan license, yaitu E1 dan E3. Sedangkan jika membeli E5, otomatis sudah mendapatkan license Phone System.

Kabar terakhir, di beberapa produk SKU sudah bisa dilakukan license Phone System. Berita lengkapnya bisa dibaca di link ini. Dan perlu diketahui, untuk Audio Conference yang bisa dihost di cloud MSTeams diperlukan license yang berbeda lagi. Sebaiknya dibaca baik-baik kebutuhannya atau bisa berkonsultasi dengan beberapa rekanan Microsoft di Indonesia seperti VibiCloud, Svarakom, Asaba, Master System, dst.

Sepanjang tahun 2019, saya terlibat deployment Carrier hosted SBC yang dilakukan oleh Ofon. Dalam pembahasan teknis nanti, mungkin saya tidak akan menulis setting Carrier hosted SBC, tapi selama bermain dengan MSTeams Direct Routing, saya sempat mendapat pinjaman SBC appliance Ribbon/Sonus SBC1000 dari Svarakom dan AudioCodes Mediant800 dari Tecnomic.

Kalau yang dua ini kapan-kapan saya bisa share. Untuk produk-produk lainnya silahkan hubungi ke-2 vendor di atas untuk keterangan lebih lanjut mengenai produk dari Ribbon Communication dan AudioCodes.

Koneksi Ke MSTeams Phone System

Sebenarnya sambungan SBC ke MSTeams Phone System cloud hanya menggunakan SIPS (Secure SIP) trunk + SRTP. Sesimple itu. Tapi Microsoft melakukan sertifikasi merk SBC yang bisa tersambung ke cloudnya. List SBC tersebut (per tanggal tulisan ini) adalah

  • AudioCodes
  • Ribbon Communications
  • ThinkTel
  • Oracle
  • TE-SYSTEMS
  • Metaswitch

sepertinya daftar tersebut akan terus bertambah. Sebenarnya bisa saja sih menggunakan Asterisk, Kamailio ataupun FreeSWITCH untuk menggantikan brand di atas. Hanya saja, jika suatu saat ada kendala, bakal tidak bisa open ticket ke Microsoft karena jika mereka tau SBC yang bukan Microsoft Certified, konon akan diblacklist. Saya ndak yakin juga sejauh apa blacklistnya.

Sebaiknya yang belum Microsoft certified cukup buat test atau PoC saja, jangan coba-coba dikomersilkan jika tidak ingin pelangguna protes keras karena diblacklist.

Detail produk yang dapat melakukan MSTeams Direct Routing masing-masing brand bisa dilihat update-nya di sini. Di Indonesia, dua merk yang paling banyak digunakan adalah Ribbon Communication (ini dulunya Sonus) dan AudioCodes.

Sertifikat SSL juga hanya boleh dari yang CA yang direkomendasikan oleh Microsoft. Per tulisan ini yang daftarnya adalah:

  • AffirmTrust
  • AddTrust External CA Root
  • Baltimore CyberTrust Root
  • Buypass
  • Cybertrust
  • Class 3 Public Primary Certification Authority
  • Comodo Secure Root CA
  • Deutsche Telekom
  • DigiCert Global Root CA
  • DigiCert High Assurance EV Root CA
  • Entrust
  • GlobalSign
  • Go Daddy
  • GeoTrust
  • Verisign, Inc.
  • SSL.com
  • Starfield
  • Symantec Enterprise Mobile Root for Microsoft
  • SwissSign
  • Thawte Timestamping CA
  • Trustwave

Pastikan selalu memeriksa update daftarnya di sini. Dan pastikan juga untuk mengikuti berita terakhir tentang perusahaan penyedia sertifikat tersebut. Terakhir saya menggunakan Comodo SSL, setelah dibeli oleh perusahaan Sectigo yang notabene tidak masuk dalam list di atas, SBC malah tidak bisa tersambung ke cloud MSTeams Phone System. Padahal sudah tertulis di situ ada Comodo SSL. Sekarang saya menggunakan DigiCert, yang bisa dibeli dari IDWebhost.

Topologi MSTeams Direct Routing kira-kira seperti berikut:

MSTeams Phone System ini bisa dianggap sebagai PBX, dan kebetulan dulu namanya CloudPBX juga. Tidak jauh beda dengan topologi layanan hosted PBX di Ofon (jika butuh perbandingan apple to apple) :

Semua user MSTeams bisa dianggap sebagai “ekstensi” dari Phone System. Tapi tidak semua fitur PBX bisa diterapkan di MSTeams, seperti misalnya jika PBX (hosted maupun on premise) ada fitur global callerid, yaitu satu nomer telepon yang digunakan oleh banyak ekstensi sebagai identitas melakukan panggilan. Di MSTeams Phone System-nya sendiri, fitur tersebut hanya bisa dilakukan dengan layanan Calling Plan, dan belum dilakukan dengan Direct Routing. Pilihan untuk global callerid di Direct Routing hanya Anonymous, nomer telepon tidak ditampilkan. Untuk beberapa operator, setting panggilan Anonymous ini tidak diperbolehkan. Oleh karena itu perlu dibantu di sisi SBC.

Hal lain yang ada di PBX tapi tidak ada di MSTeams Phone System adalah panggilan nomer ekstensi, karena id user sudah berupa email (atau mirip email). Sebenarnya ini adalah bentuk identitas di masa depan (entah kapan). Kelak (mungkin) nomer telpon sudah tidak berlaku. Dalam kartu nama, misalnya, hanya ada alamat email yang berlaku menjadi kontak email, messaging, chat, dan juga telepon. Tapi kayaknya masih lama banget karena dengan format demikian, pengguna akan rentan terhadap robocalling ataupun spam. Jadi nomer telpon sepertinya akan menjadi pilihan identitas dalam jangka waktu yang masih lama.

AutoAttendant juga sudah ada di MSTeams Phone System, dan license untuk instance ini pun digratiskan jika sudah memiliki license Phone System. Namanya Phone System – Virtual User (PSVU). License ini tidak sama dengan license Phone System jadi tidak akan bisa jika disandingkan dengan Office 365 E1/E3 untuk menggantikan Phone System. Lincese ini benar-benar untuk AutoAttendant dan Queue.

Apa yang membedakan client MSTeams dengan Phone System dan yang tanpa Phone System?

Dialpad.

Di MSTeams yang ada license Phone System akan muncul dialpad sehingga pengguna dapat melakukan panggilan ke mana pun.

Sedangkan yang tanpa license Phone System hanya dapat melakukan panggilan ke sesama pengguna MSTeams, baik di dalam realm/domain yang sama ataupun beda.

(Bersambung ke Tulisan 2)

Links:

(Bersambung ke Tulisan 2)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *