2016

Tidak terasa sudah tanggal 1 Januari lagi. Setiap kali memulai tahun baru, banyak sekali rencana di kepala yang bermunculan dan kemudian setelah berbulan-bulan, ternyata yang tersulit adalah bagian eksekusi. Ada beberapa hal yang menjadi penghambat pewujudan keinginan, tapi yangt terbesar adalah hambatan dari diri sendiri. Jadi resolusi tahun ini saya pikir tidak perlu muluk-muluk yang berisi sekian baris item. Kali ini cukup satu hal saja yang menjadi tantangan tahun ini: mengalahkan diri sendiri.

Mengalahkan di sini adalah pengikisan ego dan rasa nyaman yang berlebihan terhadap diri sendiri, yang sampai sekarang harus saya akui masih belum dapat celahnya juga. Mungkin benar saya terlalu malas. Tapi semoga tahun ini kita (saya, khususnya) bisa melakukan hal ini.

Script BASH Untuk Mendapatkan IP Address Interface

Dalam pekerjaan sehari-hari, saya mengakses jaringan/server di kantor melalui SSL VPN. Tapi, setiap kali tersambung ke VPN tersebut, default gw saya selalu diarahkan ke tunnel VPN dan semua akses internet dibelokkan ke jaringan kantor juga. Untuk mengatasi hal ini, saya perlu menambahkan baris:

/sbin/route del -net 0.0.0.0 gw $GWVPN netmask 128.0.0.0 dev tun0

ke dalam startup script VPN. Sekarang bagaimana caranya agar variabel $GWVPN bisa berisi ip address gateway vpn?

Karena interface VPN saya hanya satu dan selalu tun0, maka untuk mendapatkan ip address gateway vpn, saya menggunakan baris script:

GWVPN=`/sbin/route -n | grep tun0 | grep ‘UG[ \t]’ | awk ‘{print $2}’ |sed ‘1!d’`

Dengan demikian variabel GWVPN akan selalu berisi ip address gateway VPN. Jika ada cara yang jauh lebih cantik, mohon masukannya dan bisa ditulis di kolom comment.

XMPP Client Kaiwa (instalasi & requirement)

Berhubung akhir-akhir ini berkutat dengan XMPP server MongooseIM dan XEP-0313, jadinya membutuhkan klien yang support MAM (Message Archive Management) tersebut. Pilihan saya ada 2, yaitu Kaiwa dan Gajim.

Untuk Kaiwa, ada requirement yang dibutuhkan ketika setup. Cuma requirement tersebut tidak dicantumkan dalam petunjuk instalasinya. Jadi saya tulis di sini supaya saya sendiri juga tidak lupa kebutuhannya apa saja. Cara setup Kaiwa adalah sebagai berikut (di Ubuntu):

  1. git clone https://github.com/digicoop/kaiwa.git
  2. cd kaiwa
  3. Jika belum memiliki package npm, install dengan: apt-get install npm
  4. npm install
  5. npm install express helmet moonboots-express getconfig templatizer ldapjs body-parser compression serve-static
  6. npm install jade backbone underscore async stanza.io notify.js sound-effect-manager human-model
  7. npm install getusermedia crypto
  8. setelah itu jalankan : node server

 

Mengganti Windows 10 Default Browser

Lagi-lagi nemu masalah ketika selesai mengupgrade Windows 7 ke Windows 10. Kali ini browser tidak mau diset default selain bawaan dari Windows (Microsoft Edge), walaupun dari browser pilihan sudah dijadikan/disetting sebagai default browser. Ternyata perlu mengubah satu setting lagi seperti berikut:

  1. Klik tombol start lalu pilih icon setting: default browser 00
  2. Pilih System:default browser 01
  3. Pilih Defailt apps -> Web browser. Jika muncul daftar browser yang sudah diinstall di Windows 10, pilih browser yang dimaksud untuk dijadikan default browser (dalam contoh ini saya memilih Google Chrome).default browser 02

Sekarang default browser sudah berubah sesuai dengan pilihan kita.

Problem Setting Brightness di Windows 10

Jika kita mengupdate ke Windows 10 dari versi sebelumnya (misal Windows 7), ada kemungkinan akan mengalami permasalahan setting brightness. Layar akan tiba-tiba terang sekali dan kita tidak bisa menurunkan brightness setting. Untuk mengatasi problem (sepele tapi nyebahi) ini, lakukan langkah berikut:

  1. Masuk ke Device Manager -> Display adapters. Klik kanan pada device driver lalu pilih Update Driver Software..windows 10 brightness 00a
  2. Pilih Search automatically for updated driver software  dan tunggu beberapa saat, Windows 10 akan secara otomatis mencarikan update software display adapter terbaru.windows 10 brightness 00bwindows 10 brightness 01
  3. Setelah selesai (harusnya) kita bisa mengubah setting brightness.windows 10 brightness 02

Auth Squid3 Dengan User/Password

Untuk Apa?

Jika kita mengakses proxy dengan ip address yang bisa diprediksi/static/dhcp LAN,  setup ACL menjadi cukup mudah, karena kita tinggal memasukkan src address dari blok ip address yang hendak diperbolehkan mengakses proxy. Menjadi masalah jika kita mengakses dari luar jaringan LAN, dan menggunakan ISP yang melakukan provisioning dengan dynamic ip address. Oleh karena itu ACL dengan source ip address akan merepotkan.

Caranya?

Dengan asumsi Squid3 sudah terinstall (bisa dilakukan dengan perintah apt-get install -y squid3 di Ubuntu), edit file /etc/squid3/squid.conf dengan format konfigurasi:

[stextbox id=”grey” shadow=”false” image=”null”]auth_param basic program /usr/lib/squid3/basic_ncsa_auth <lokasi file penyimpan password>
auth_param basic realm <nama realm – bebas>
acl <nama acl> proxy_auth REQUIRED
http_access allow <nama acl>[/stextbox]

Jadi kira-kira setup di server saya adalah sebagai berikut:

[stextbox id=”grey” shadow=”false” image=”null”]auth_param basic program /usr/lib/squid3/basic_ncsa_auth /etc/squid3/passwords
auth_param basic realm proxy
acl test proxy_auth REQUIRED
http_access allow test[/stextbox]

Lalu buat file password dengan cara sebagai berikut:

htpasswd -c /etc/squid3/passwords godril

Masukkan password baru ketika ditanya password baru, dan konfirmasi sekali lagi. Setelah itu restart Squid:

service squid3 restart

Masukkan konfigurasi ip address dan port proxy ke browser dan browse ke sembarang site. Jika langkah di atas sudah dijalankan dengan benar, maka akan muncul permintaan memasukkan user dan password.

auth

next level…

Setelah membaca ulang semua postingan-postingan lama, akhirnya saya sadar bahwa banyak sekali salah kaprah yang saya buat sendiri terutama di beberapa catatan pekerjaan saya. Untuk memperbaikinya pun rasanya sudah malas. Selain itu saya juga agak ndak sreg dengan Serendipity. Belum lagi jika ingin mempertahankan postingan-postingan lama, harus mengekspor dari Serendipity ke WP, dan masih harus memiliah-milah mana postingan yang pantas dipertahankan atau tidak.

Jadi?

Otakudang.Org v2.0.

Kali ini harus bisa meluruskan semua postingan yang menyesatkan dan meluruskan banyak salah kaprah sekaligus menghadiahi diri sendiri dengan sesuatu yang baru. Dan tentu saja selain itu ada banyak sekali yang ingin saya bagi selama saya idle dari posting blog.

Semoga bermanfaat.