{"id":455,"date":"2016-12-19T16:57:03","date_gmt":"2016-12-19T09:57:03","guid":{"rendered":"http:\/\/www.otakudang.org\/?p=455"},"modified":"2017-01-26T18:02:20","modified_gmt":"2017-01-26T11:02:20","slug":"tips-dialplan-untuk-pak-boss","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.otakudang.org\/?p=455","title":{"rendered":"[Tips] Dialplan Untuk Pak Boss"},"content":{"rendered":"<h3><strong>Latar Belakang<\/strong><\/h3>\n<p>Ceritanya, di sebuah instansi, terdapat 5 orang direktur yang masing-masing memiliki sekretaris sendiri. Para direktur ini tidak mau nomer\u00a0bisa didial langsung dari IVR maupun dari ekstensi selain ekstensi masing-masing sekretarisnya. Jika ada yang mendial nomer ekstensi salah satu direktur, jika bukan dari ekstensi sekretarisnya, maka panggilan akan terlebih dahulu diarahkan ke nomer ekstensi sekretarisnya, baru kemudian bisa ditransfer ke nomer direktur tersebut.<\/p>\n<h3>Caranya?<\/h3>\n<p>Berikut ini adalah cara yang sudah saya coba di distro Asterisk. Di dalam distro tersebut, secara default semua ekstensi masuk ke context\u00a0<strong>from-internal<\/strong>. Untuk nomer ekstensi sekretaris dan direktur, saya masukkan semua sebagai context tersebut. Selain itu, saya buatkan context khusus supaya tidak bisa melakukan panggilan langsung ke nomer ekstensi direktur. Sebelumnya saya pernah membuat script untuk memblokir panggilan keluar dengan nama context\u00a0<strong>from-internal-restricted<\/strong> yang bisa dibaca di\u00a0<a href=\"http:\/\/www.otakudang.org\/?p=300\">http:\/\/www.otakudang.org\/?p=300<\/a>\u00a0. Kali ini saya akan mengembangkan context tersebut untuk memblokir panggilan langsung ke ekstensi tertentu dan membelokkan ke ekstensi lain.<\/p>\n<p>Dalam contoh ini, nomer ekstensi direktur (misal)\u00a0<strong>6666\u00a0<\/strong>dan nomer sekretaris adalah (misal)<strong> 6015<\/strong>. Edit context\u00a0<strong>from-internal-restricted\u00a0<\/strong>(yang sudah include dengan script\u00a0<strong>restricted.sh<\/strong>) menjadi seperti berikut:<\/p>\n<pre>[from-internal-restricted]\r\n #exec \/var\/lib\/asterisk\/bin\/restricted.sh\r\n exten => 6666,1,NoOp()\r\n same => n,GotoIf($[${CALLERID(num)} = 6015]?dial1:dial2)\r\n same => n(dial1),Dial(SIP\/6666)\r\n same => n,Hangup()\r\n same => n(dial2),Dial(SIP\/6105)\r\n same => n,Hangup()<\/pre>\n<p class=\"wp-code-highlight prettyprint prettyprinted\">Arti dari dialplan di atas adalah, jika caller id penelpon adalah\u00a0<strong>6015 <\/strong>(nomer ekstensi sekretaris), maka rule\u00a0<strong>dial1<\/strong> yang akan dieksekusi, yaitu mendial\u00a0<strong>SIP\/6666 <\/strong>nomer ekstensi direktur).\u00a0Jika nomer penelpon bukan nomer ekstensi sekretaris (<strong>6015<\/strong>), maka rule\u00a0<strong>dial2<\/strong> yang akan dieksekusi, yaitu mendial\u00a0<strong>SIP\/6015<\/strong> (nomer ekstensi sekretaris).<\/p>\n<p>Selamat mencoba!<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Latar Belakang Ceritanya, di sebuah instansi, terdapat 5 orang direktur yang masing-masing memiliki sekretaris sendiri. Para direktur ini tidak mau nomer\u00a0bisa didial langsung dari IVR maupun dari ekstensi selain ekstensi masing-masing sekretarisnya. Jika ada yang mendial nomer ekstensi salah satu direktur, jika bukan dari ekstensi sekretarisnya, maka panggilan akan terlebih dahulu diarahkan ke nomer ekstensi &hellip; <\/p>\n<p class=\"link-more\"><a href=\"https:\/\/www.otakudang.org\/?p=455\" class=\"more-link\">Continue reading<span class=\"screen-reader-text\"> &#8220;[Tips] Dialplan Untuk Pak Boss&#8221;<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-455","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-asterisk","entry"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.otakudang.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/455","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.otakudang.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.otakudang.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.otakudang.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.otakudang.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=455"}],"version-history":[{"count":12,"href":"https:\/\/www.otakudang.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/455\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":500,"href":"https:\/\/www.otakudang.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/455\/revisions\/500"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.otakudang.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=455"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.otakudang.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=455"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.otakudang.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=455"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}