{"id":88,"date":"2016-07-09T22:40:01","date_gmt":"2016-07-09T15:40:01","guid":{"rendered":"http:\/\/www.otakudang.org\/?p=88"},"modified":"2016-07-09T22:42:29","modified_gmt":"2016-07-09T15:42:29","slug":"fax-via-elastix","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.otakudang.org\/?p=88","title":{"rendered":"Fax via Elastix"},"content":{"rendered":"<p>Mesin fax tidak akan hilang dalam waktu dekat. Walaupun sekarang penggunaan email dan document sharing sudah umum dan banyak di mana-mana, tapi fax masih memegang peranan penting di ceruk tertentu. Dunia hukum masih memandang bukti fax jauh lebih kuat dibandingkan email. Jadi, sudah wajar kalau kita yang berkecimpung di dunia VoIP\/IP PBX untuk meluangkan waktu belajar setup fax. Berikut ini adalah contoh setup fax yang pernah saya lakukan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><strong>SKENARIO<\/strong><\/h3>\n<p>Sebuah perusahaan memiliki 6 line PSTN, 5 diantaranya hunting, dan satu line untuk fax. IP PBX yang mereka gunakan adalah distro Elastix (Asterisk based), dengan perangkat analog card OpenVOX 8 FXO port. Untuk setup Elastix dan deteksi card tidak akan saya bahas di sini karena saya dulu sudah pernah membahas. Asumsinya mesin IP PBX Elastix sudah terinstall dan card analog sudah disetup dengan baik. Outbound dan inbound call juga sudah disetup untuk line hunting. Sedangkan untuk line fax akan saya bahas di bawah.<\/p>\n<p>Penggunaan fax di Elastix di sini dalah untuk mengurangi penggunaan kertas dalam penerimaan dan pengiriman fax. Untuk penerimaan, fax akan diterima sebagai attachment .pdf atau .tiff yang kemudian diforward ke email. Sedangkan untuk pengiriman, fax akan diupload dari webGUI Elastix sebagai attachment .pdf atau .tiff.<\/p>\n<p>Karena pada dasarnya memiliki 6 jalur PSTN, jalur ini bisa dimanfaatkan untuk mengirim fax sekaligus jika sedang tidak digunakan. Header fax bisa disetting untuk tetap seperti terkirim dari nomer fax asli. Sedangkan untuk menerima fax hanya bisa dilakukan dari nomer fax resmi perusahaan yang dicantumkan di web atau di kartu nama.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><strong>SETUP<\/strong><\/h3>\n<h4><strong>Fax Inbound<\/strong><\/h4>\n<p>Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, fax diterima dalam bentuk email dan disebarkan ke pihak yang memiliki wewenang menerima fax. Karena email yang menerima fax hanya bisa satu, maka perlu dibuatkan email alias yang didalamnya tidak ada inbox, hanya forward ke beberapa email yang berkepentingan. Misal dalam <strong>fax@perusahaan.com<\/strong> yang diforward ke hrd@perusahaan.org, manajemen@perusahaan.org, dst. Lalu selanjutnya:<\/p>\n<ul>\n<li>Edit file\u00a0<strong>\/etc\/asterisk\/dahdi-channels.conf<\/strong>. Ubah semua context menjadi\u00a0<strong>from-dahdi<\/strong>. Hal ini supaya kita bisa menambahkan inbound route dengan filter nomer DID. Restart service dengan perintah linux console:\u00a0<strong>amportal stop; service dahdi stop; sleep 10 ; service dahdi start; sleep 5 ; amportal start<\/strong><\/li>\n<li>Untuk line fax, port yang digunakan dalah skenario di atas adalah port FXO nomer 6 dengan nomer (misal) <strong>027411223344<\/strong>. Masuk ke menu webGUI Elastix, pilih\u00a0<strong>PBX -&gt; PBX Configurations -&gt; DAHDI Channel DIDs -&gt; Add Channel<\/strong>. Isikan:<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 60px;\">Channel: 6<\/p>\n<p style=\"padding-left: 60px;\">Description: Fax Line<\/p>\n<p style=\"padding-left: 60px;\">DID: <strong>027411223344<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li>Klik\u00a0<strong>Submit Changes<\/strong>.<\/li>\n<li>Pilih menu\u00a0<strong>PBX -&gt; PBX Configurations -&gt; Extensions<\/strong>. Di bagian menu pulldown\u00a0<strong>Device\u00a0<\/strong>pilih\u00a0<strong>Generic IAX2 Device<\/strong>. Klik\u00a0<strong>Submit<\/strong>.<\/li>\n<li>Isikan konfiguratsi eksensi sebagai berikut:<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 60px;\">User Extension: 1319<\/p>\n<p style=\"padding-left: 60px;\">Display Name: Fax Line<\/p>\n<p style=\"padding-left: 60px;\">secret: r4h4514<\/p>\n<p style=\"padding-left: 60px;\">Klik\u00a0<strong>Submit<\/strong>.<\/p>\n<ul>\n<li>Buat Virtual Fax dengan memilih tab\u00a0<strong>Fax -&gt; New Virtual Fax <\/strong>dan isikan sebagai berikut:<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 60px;\">Virtual Fax Name: Fax Line<\/p>\n<p style=\"padding-left: 60px;\">Associated email: <strong>fax@perusahaan.com<\/strong><\/p>\n<p style=\"padding-left: 60px;\">\u00a0Caller ID Name: PT Perusahaan<\/p>\n<p style=\"padding-left: 60px;\">Caller ID Number: +6227411223344<\/p>\n<p style=\"padding-left: 60px;\">Fax Extension (IAX): 1319<\/p>\n<p style=\"padding-left: 60px;\">Secret (IAX): r4h4514<\/p>\n<p style=\"padding-left: 60px;\">C0untry Code: 62<\/p>\n<p style=\"padding-left: 60px;\">Area Code: 274<\/p>\n<ul>\n<li>Klik\u00a0<strong>Save<\/strong>.<\/li>\n<li>Masuk ke menu\u00a0<strong>Unembedded FreePBX<\/strong> (untuk mengaktifkannya tidak akan saya bahas di sini karena sudah pernah saya posting sebelumnya). Masuk ke menu\u00a0<strong>Application -&gt; Extensions<\/strong>. Pilih extension\u00a0<strong>1319<\/strong> lalu pada halam konfigurasi ekstensi tersebut, di opsi\u00a0<strong>Fax\u00a0<\/strong>beri tanda centang di opsi\u00a0<strong>Enabled<\/strong>.<\/li>\n<li>Di opsi\u00a0<strong>Fax Email\u00a0<\/strong>masukkan alamat email yang sudah disetup untuk menerima fax. Dalam contoh ini\u00a0<strong>fax@perusahaan.com<\/strong>.<\/li>\n<li>Di opsi\u00a0<strong>Attachment Format<\/strong> pilih\u00a0<strong>both<\/strong>.<\/li>\n<li>Klik\u00a0<strong>Submit\u00a0<\/strong>lalu klik\u00a0<strong>Apply Config<\/strong>. Tutup halaman\u00a0<strong>Unembbeded FreePBX<\/strong>.<\/li>\n<li>Pilih menu\u00a0<strong>PBX -&gt; PBX Configurations -&gt; Inbound Routes -&gt; Add Incoming Route<\/strong>. Isikan sebagai berikut:<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 60px;\">Description: Fax<\/p>\n<p style=\"padding-left: 60px;\">DID Number:\u00a0<strong>027411223344<\/strong><\/p>\n<p style=\"padding-left: 60px;\">Set Destination: Extensions -&gt;<strong> Fax Line &lt;1319&gt;<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li>Klik\u00a0<strong>Submit\u00a0<\/strong>lalu klik\u00a0<strong>Apply Config<\/strong>.<\/li>\n<\/ul>\n<h4><\/h4>\n<h4><strong>Fax Outbound<\/strong><\/h4>\n<ul>\n<li>Pilih menu\u00a0<strong>PBX -&gt; PBX Configuration -&gt; Outbound \u00a0Routes -&gt; Add Route<\/strong>. Isikan sebagai berikut:<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 60px;\">Route Name: FAX Outbound<\/p>\n<p style=\"padding-left: 60px;\">Dial pattern that will use this Routes:\u00a0<a href=\"http:\/\/www.otakudang.org\/wp-content\/uploads\/2016\/07\/Fax-outbound.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-380 alignleft\" src=\"http:\/\/www.otakudang.org\/wp-content\/uploads\/2016\/07\/Fax-outbound.png\" alt=\"Fax outbound\" width=\"509\" height=\"33\" srcset=\"https:\/\/www.otakudang.org\/wp-content\/uploads\/2016\/07\/Fax-outbound.png 509w, https:\/\/www.otakudang.org\/wp-content\/uploads\/2016\/07\/Fax-outbound-300x19.png 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 509px) 100vw, 509px\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"padding-left: 60px;\">Trunk Sequence for Matched Routes :<\/p>\n<p style=\"padding-left: 60px;\"><a href=\"http:\/\/www.otakudang.org\/wp-content\/uploads\/2016\/07\/trunk-fax.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-381\" src=\"http:\/\/www.otakudang.org\/wp-content\/uploads\/2016\/07\/trunk-fax.png\" alt=\"trunk fax\" width=\"564\" height=\"185\" srcset=\"https:\/\/www.otakudang.org\/wp-content\/uploads\/2016\/07\/trunk-fax.png 564w, https:\/\/www.otakudang.org\/wp-content\/uploads\/2016\/07\/trunk-fax-300x98.png 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 564px) 100vw, 564px\" \/><\/a><\/p>\n<ul>\n<li>Klik\u00a0<strong>Submit Changes\u00a0<\/strong>lalu klik\u00a0<strong>Apply Config<\/strong>.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Pada contoh di atas, semua trunk dimanfaatkan untuk mengirim fax. Untuk output hasil fax semuanya akan nampak seperti dari nomer fax utama perusahaan karena pada saat setup Virtual Fax, semua Caller ID Number disetup menjadi nomer telepon fax kantor.<\/p>\n<h3><\/h3>\n<h3><strong>TEST KIRIM FAX<\/strong><\/h3>\n<ul>\n<li>Masuk ke menu\u00a0<strong>Fax -&gt; Virtual Fax -&gt; Send Fax<\/strong>.<\/li>\n<li>Di menu pulldown\u00a0<strong>Fax Device\u00a0<\/strong>pilih Virtual Fax dengan ekstensi 1319 seperti yang sudah kita buat sebelumnya.<\/li>\n<li>Di isian\u00a0<strong>Destination fax numbers\u00a0<\/strong>isikan nomer fax tujuan. Nomer fax tujuan bisa lebih dari satu dengan dipisahkan tanda koma. Tapi harap diperhatikan jumlah line telpon yang akan digunakan. Tidak seperti email yang bisa mengirim ke beberapa tujuan sekaligus tanpa masalah, line fax harus mendial satu per satu nomer telepon tujuan dan prosesnya cukup panjang. Jadi ada baiknya destinasi tetap satu nomer saja.<\/li>\n<li>Untuk muatan fax, kita bisa memilih text saja atau dengan mengupload file dokumen dengan ekstensi .pdf atau .tiff. Jika hanya ingin mengirimkan text, pilih button radio\u00a0<strong>Text Information<\/strong>, lalu isikan pesan pada kotak yang sudah disediakan dan terakhir klik\u00a0<strong>Send<\/strong>. Untuk<\/li>\n<li>Untuk upload file dokumen, pilih button radio\u00a0<strong>File Upload<\/strong>. Di bagian\u00a0<strong>Select the files to FAX<\/strong>, klik\u00a0<strong>Choose File<\/strong> untuk browse lokasi file yang hendak diupload. Jika sudah, klik\u00a0<strong>Send<\/strong>.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Selamat mencoba!<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Mesin fax tidak akan hilang dalam waktu dekat. Walaupun sekarang penggunaan email dan document sharing sudah umum dan banyak di mana-mana, tapi fax masih memegang peranan penting di ceruk tertentu. Dunia hukum masih memandang bukti fax jauh lebih kuat dibandingkan email. Jadi, sudah wajar kalau kita yang berkecimpung di dunia VoIP\/IP PBX untuk meluangkan waktu &hellip; <\/p>\n<p class=\"link-more\"><a href=\"https:\/\/www.otakudang.org\/?p=88\" class=\"more-link\">Continue reading<span class=\"screen-reader-text\"> &#8220;Fax via Elastix&#8221;<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-88","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-asterisk","entry"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.otakudang.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/88","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.otakudang.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.otakudang.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.otakudang.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.otakudang.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=88"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/www.otakudang.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/88\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":383,"href":"https:\/\/www.otakudang.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/88\/revisions\/383"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.otakudang.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=88"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.otakudang.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=88"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.otakudang.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=88"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}