[tips] Mematikan autorotate Layar di Ubuntu 19.10

Ndak tau sejak kapan, desktop Ubuntu ku bisa autorotate ketika posisi laptop agak berubah kemiringannya (misal pindah lokasi duduk atau sekedar ngangkat). Yang menyebalkan kadang sudah diputer-puter berapa kali layar ndak kembali ke semula.

Untuk mematikan autorotate, caranya adalah dengan mematikan aplikasi iio-sensor-proxy dengan cara berikut:

# systemctl stop iio-sensor-proxy
# systemctl disable iio-sensor-proxy
# apt remove iio-sensor-proxy --purge

Dah, habis itu laptop diputer-puter bagaimana pun layar ga akan ikut muter kayak henpon.

[tips][self reminder] tmux untuk bantu sesi ssh yang sering putus

Minggu-minggu terakhir ini sedang menjalankan sebuah proses clone database nosql di datacenter yang saya sendiri tidak memiliki akses console vm nya. Walhasil satu-satunya cara mengakses hanya via ssh. Tapi sialnya ssh baik di rumah maupun di kantor sering banget putus setelah sekian jam tersambung. Eh temen kantor ngajarin menggunakan tmux. Ini catatan buat saya sendiri, sukur-sukur kalo ternyata kepake juga buat teman yang lain. Kalau dari cheatsheet nya sih daftar shortcut/perintah nya cukup banyak, tapi yang di bawah ini list sangat pendek shortcut yang paling saya butuhkan.

Membuat sesi baru di tmux:

# whereis tmux
tmux: /usr/bin/tmux /usr/share/man/man1/tmux.1.gz

# tmux new -s backupDB

[backupDB] 0:root@db003:/home/godril*                                                       "db003.localhost.localdomain" 20:33 27-Jun-19

perintah di atas mencari apakah tmux sudah ada. Jika belum bisa diinstall dengan package manager atau langsung dari sourcenya di https://github.com/tmux/tmux/wiki.

perintah ke-dua membuat sesi tmux baru dengan nama  backupDB dan secara otomatis langsung masuk ke terminal backupDB tersebut (nama sesi akan muncul di kiri bawah). Di dalam terminal ini, saya menjalankan perintah untuk clone database. Lalu console saya tinggal dengan menjalankan perintah ctrl + B, D. 

Untuk melihat terminal yang aktif, bisa dilihat dengan perintah:

# tmux ls
backupDB: 1 windows (created Thu Jun 27 20:33:54 2019) [131x34]
mengalir: 1 windows (created Thu Jun 27 20:12:24 2019) [131x34]

tampak ada dua sesi tmux yang aktif. Untuk masuk ke sesi backupDB dengan cara:

# tmux attach -t backupDB

Dan untuk menghapus sesi tmux:

# tmux kill-session -t backupDB

# tmux ls
mengalir: 1 windows (created Thu Jun 27 20:12:24 2019) [131x34]

tampak backupDB sudah hilang dari list sesi tmux.

Menambah Shortcut Program di Desktop Ubuntu 18.04

Ini catatan buat diri sendiri sih.. selalu lupa gimana caranya menambah shortcut program di desktop Ubuntu setelah install program/app baru.

  • Masuk ke direktori /usr/share/applications 
  • Drag & drop icon applications yang hendak ditambahkan.
  • Pertama kali muncul di desktop, icon program belum seperti bawaan aslinya:

cukup klik untuk menjalankan program lalu pilih Trusn and Launch

setelah itu icon akan muncul:

[TIPS] Error Create Database OpenSIPS Dengan “opensipsdbctl create”

Baru iseng-iseng nguprek OpenSIPS, pada saat create database dengan tool opensipsdbctl create, saya mendapatkan error berikut:

error:
RROR 1101 (42000) at line 2: BLOB, TEXT, GEOMETRY or JSON column 'extra_hdrs' can't have a default value
ERROR: Failed to create presence tables!

Setelah baca sana sini, ada petunjuk bahwa sql-mode di server memiliki setting STRICT_TRANS_TABLE (ndak tau juga ini apa, mau browse kok malah nanti repotnya jadi distraksi ke mana mana). Yang kemudian saya lakukan adalah masuk ke console mysql dan menjalankan perintah berikut:

mysql> use mysql;
Reading table information for completion of table and column names
You can turn off this feature to get a quicker startup with -A

Database changed
mysql> SET @@GLOBAL.sql_mode ='';
Query OK, 0 rows affected, 1 warning (0.00 sec)

Sebagai catatan saja, sebelum saya kosongkan isi dari GLOBAL.sql_mode adalah:

mysql> SELECT @@GLOBAL.sql_mode;
+-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------+
| @@GLOBAL.sql_mode                                                                                                                         |
+-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------+
| ONLY_FULL_GROUP_BY,STRICT_TRANS_TABLES,NO_ZERO_IN_DATE,NO_ZERO_DATE,ERROR_FOR_DIVISION_BY_ZERO,NO_AUTO_CREATE_USER,NO_ENGINE_SUBSTITUTION |
+-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------+
1 row in set (0.00 sec)

Dan setelah dikosongkan:

+-------------------+
| @@GLOBAL.sql_mode |
+-------------------+
|                   |
+-------------------+
1 row in set (0.00 sec)

Berikutnya dicoba lagi menjalakan perintah opensipsdbctl create :

root# opensipsdbctl create
MySQL password for root:
INFO: test server charset
INFO: creating database opensips ...
INFO: Using table engine InnoDB.
INFO: Core OpenSIPS tables successfully created.
Install presence related tables? (y/n): y
INFO: creating presence tables into opensips ...
INFO: Presence tables successfully created.
Install tables for imc cpl siptrace domainpolicy carrierroute userblacklist b2b cachedb_sql registrant call_center fraud_detection emergency? (y/n): y
INFO: creating extra tables into opensips ...
INFO: Extra tables successfully created.

Done.

Link:

[tips] Ubuntu Tidak Bisa Ping Tapi Bisa Nslookup

Pernah mengalami host Ubuntu tidak bisa ping ke mana pun, padahal kita bisa browse ke mana pun?

Jadi ketika saya coba ping (di /etc/resolv.conf sudah saya isikan nameserver 8.8.8.8 dan 8.8.4.4) hasilnya:

# ping detik.com
 ping: detik.com: Name or service not known

Tapi ketika menjalankan nslookup:

# nslookup
 > detik.com
 ;; Got recursion not available from 8.8.8.8, trying next server
 Server: 8.8.4.4
 Address: 8.8.4.4#53

Non-authoritative answer:
 Name: detik.com
 Address: 203.190.242.211
 Name: detik.com
 Address: 103.49.221.211

Hal ini sangat mengganggu kegiatan di shell prompt. Tapi setelah ke sana ke mari, akhirnya ketemu permasalahannya. Jika kita check file /etc/nsswitch.conf, kemungkinan kita akan mendapati baris:

hosts:          files mdns4_minimal [NOTFOUND=return] resolve [!UNAVAIL=return] dns

Jika iya, edit baris tersebut menjadi:

hosts:          files dns

Lalu untuk memastikan tidak terjadi lagi hal seperti di atas, kita bisa menghapus libnss-mdns:

# apt-get remove libnss-mdns --purge
 Reading package lists... Done
 Building dependency tree
 Reading state information... Done
 The following packages will be REMOVED:
 libnss-mdns*
 0 upgraded, 0 newly installed, 1 to remove and 2 not upgraded.
 After this operation, 110 kB disk space will be freed.
 Do you want to continue? [Y/n]

Nah sekarang ping ke mana pun sudah tidak ada masalah:

# ping detik.com -c3
 PING detik.com (103.49.221.211) 56(84) bytes of data.
 64 bytes from 103.49.221.211 (103.49.221.211): icmp_seq=1 ttl=57 time=27.6 ms
 64 bytes from 103.49.221.211 (103.49.221.211): icmp_seq=2 ttl=57 time=27.1 ms
 64 bytes from 103.49.221.211 (103.49.221.211): icmp_seq=3 ttl=57 time=29.1 ms

Supaya resolv.conf tidak dioverwrite saat menggunakan DHCP

Saya selalu menggunakan DNS 8.8.8.8 dan 8.8.4.4 di manapun laptop saya tersambung. Tapi ketika mendapatkan layanan IP dari DHCP, file /etc/resolv.conf selalu dioverwrite oleh NetworkManager dengan symlink ke /var/run/NetworkManager/resolv.conf. Untuk mematikan proses ini, edit file /etc/NetworkManager/NetworkManager.conf lalu tambahkan baris:

dns=no

di bawah [main]. Sehingga file akan tampak seperti:

[main]
 plugins=ifupdown,keyfile
 dns=none

[ifupdown]
 managed=false

Setelah itu restart service NetworkManager:

$ sudo service NetworkManager restart

Update link dengan perintah dhclient <interface> dan check file /etc/resolv.conf, sudah tidak lagi dioverwrite.

[tips] Install Google Chrome di Ubuntu

Default browse Google di Ubuntu adalah Google Chromium. Jika search di apt repos, kita tidak akan menemukan Google Chrome. Dan ternyata caranya harus seperti beikut:

  • menambahkan key:

wget -q -O - \
https://dl-ssl.google.com/linux/linux_signing_key.pub | sudo apt-key add -

  • menambahkan repository:

sudo sh -c 'echo "deb [arch=amd64] http://dl.google.com/linux/chrome/deb/ \
stable main" >> /etc/apt/sources.list.d/google-chrome.list'

  • menginstall Chrome:

sudo apt-get update

sudo apt-get install google-chrome-stable

[tips] Membersihkan Queue Printer di Ubuntu

Hanya karena salah milih driver printer di Ubuntu, malah mengakibatkan queue stuck di icon tray, dan prosesnya tidak bisa dikill begitu saja dari shell console. Setiap kali melakukan kill, proses queue baru akan muncul lagi. Untuk menghapus queue ini caranya masuk ke shell console dan jalankan perintah:

godril@sinanju:~$ lpstat -o
iP2700-series-2         godril          215040   Rab 23 Nov 2016 12:41:47  WIB
godril@sinanju:~$ cancel -a iP2700-series-2

Setelah itu queue langsung bersih.

Spotify di Ubuntu

Sebenarnya di web Spotify sendiri sudah ada instruksinya. Cuma ya masih ada aja yang nanya ke sana ke sini alih-alih nyari dulu di web-nya. Jadi berikut ini saya comot apa adanya dari https://www.spotify.com/id/download/linux/

[stextbox id=”white”]

Installation

# 1. Add the Spotify repository signing key to be able to verify downloaded packages
sudo apt-key adv --keyserver hkp://keyserver.ubuntu.com:80 --recv-keys BBEBDCB318AD50EC6865090613B00F1FD2C19886

# 2. Add the Spotify repository
echo deb http://repository.spotify.com stable non-free | sudo tee /etc/apt/sources.list.d/spotify.list

# 3. Update list of available packages
sudo apt-get update

# 4. Install Spotify
sudo apt-get install spotify-client

[/stextbox]

Memindah Posisi Unity Launcher di Ubuntu 16.04

Lama ndak update blog, karena banyak sekali PR di tempat kerja baru. Jadi posting kali ini sekdar supaya blog-nya tidak nampak terbengkalai banget-banget.

Dari update Ubuntu yang terakhir menjadi 16.04 saya sempet bingung bagaimana caranya memindah Unity Launcher yang defaultnya di sebelah kiri layar, menjadi di bawah layar. Terus terang saya agak terganggu dengan launcer di sebelah kiri, mungkin juga karena sudah terbiasa dengan Windows. Dan ternyata caranya adalah dengan mengetikkan perintah berikut di shell console (di dalam shell account sendiri):
[stextbox id=”grey” direction=”ltr” shadow=”false”]$ gsettings set com.canonical.Unity.Launcher launcher-position Bottom[/stextbox]Sedangkan untuk mengembalikan ke sebelah kiri lagi: [stextbox id=”grey” direction=”ltr” shadow=”false”]$ gsettings set com.canonical.Unity.Launcher launcher-position Left[/stextbox]Hanya ada dua setting itu saja, jadi tidak ada Top maupun Right. Selamat mencoba.