FreeConferenceCall.Com: Alternatif Rapat/Konferensi Daring.

Sepertinya sudah banyak yang membahas aplikasi untuk rapat/konferensi daring seperti Zoom, Webex, Microsoft Teams, Google Meet, dan lain sebagainya. Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Selalu ada fitur yang terdapat di satu aplikasi yang tidak ada di aplikasi lainnya, dan sebaliknya. Tidak semua aplikasi-aplikasi tersebut dapat memenuhi keperluan rapat daring kita dengan ketentuan yang berbeda satu sama lain. Tapi selalu ada alternatif.

Saya akan membahas salah satu aplikasi rapat/konferensi daring yang bisa digunakan sepanjanang Kerja Dari Rumah yang ditetapkan pemerintah selama pandemi korona.

Adalah FreeConferenceCall, sebuah layanan conference call atau rapat/konferensi daring yang dapat dinikmati secara gratis. Kita bisa mendapatkan aplikasinya di Google Playstore dan Apple App Store. Selain itu ada juga versi desktop (per tulisan ini) untuk Windows PC, Linux (saya sudah coba di Linux Ubuntu 18.04 LTS), dan juga MacOS. Kita bisa mendaftar dengan gratis dan dengan mudah memulai rapat/konferensi daring.

Kelebihan lainnya, FreeConferenceCall menyediakan dial-in, agar peserta yang bergabung dari PSTN dapat melakukan panggilan ke ruang virtual rapat daring. Nomer dial-in sudah mencakup banyak negara, termasuk Indonesia seperti yang dicantumkan di lamannya.

Nomer dial-in yang disediakan di Indonesia adalah nomer PSTN dengan kode wilayah Jakarta:

(021) 39702915

*** Untuk dial-in kode negara Indoneisa, FreeConferenceCall bekerja sama dengan Ofon.

yang nantinya akan diikuti oleh identitas ruang virtual rapat/konferensi dan kode akses, sebagai pembeda identitas ruang dan autentikasi.

Selain itu disediakan juga akses dial-in dengan kode negara lain yang ditampilkan di aplikasinya, seperti contoh berikut:

Saat ini untuk layanan dial-out tidak disediakan. Sehingga peserta rapat yang tidak memiliki akses internet dan tidak memiliki aplikasi, harus melakukan dial-in ke nomer-nomer di atas.

Lalu bagaimana cara menggunakannya?

WINDOWS PC

Aplikasi FreeConferenceCall untuk Windows PC bisa diunduh dari pranala berikut:

https://www.freeconferencecall.com/download?localization=en&platform=win

Setelah terunduh dan terpasang di Windows PC (dan tentunya sudah mendaftar akun baru di layanan tersebut), klik ikon FreeConferenceCall yang kemudian akan membawa ke menu utama untuk memilih menjadi peserta atau penyelenggara rapat daring:

Kali ini kita akan mencoba menjadi penyelenggara rapat daring dengan memilih Host.

Layar berikutnya akan menampilkan informasi ruang rapat daring, nomer telepon untuk dial-in, identitas ruang rapat virtual, dan kode akses untuk peserta yang hendak bergabung dari PSTN.

Karena sebagai penyelenggara dengan menggunakan PC, pilih menu Computer audio sebagai media suaranya.

Layar berikutnya nampak seperti berikut:

Untuk menambahkan/mengundang peserta lain yang mungkin telah memasang aplikasi FreeConferenceCall, klik Invite pada halaman tersebut, yang kemudian akan memunculkan pilihan bagaimana kita hendak mengirimkan undangan. Pilihan pertama adalah Copy to clipboard, yang menyalin informasi cara bergabung, untuk kemudian bisa disalin-rekat ke aplikasi lain misal WhatsApp, Telegram, SMS, IRC, surel dan lain sebagainya. Pilihan kedua adalah Invite by email yang memungkinkan kita mengundang melalui surel.

Contoh hasil salin-rekat:

Dial-in number (ID): (021) 39702915
Access code: 865679#
International dial-in numbers: https://fccdl.in/i/gabrielwishnu5
Online meeting ID: gabrielwishnu5
Join the online meeting: https://join.freeconferencecall.com/gabrielwishnu5

Untuk undangan melalui menu Invite by email akan memanggil aplikasi penulis surel bawaan. Dalam contoh ini, aplikasi secara otomatis memanggil Outlook untuk mengirimkan surel:

Berikutnya saya akan coba bergabung ke rapat di atas dari gawai Android.

ANDROID

Setelah memasang aplikasi dari Google PlayStore, jalankan dan masukkan informasi cara bergabung seperti di atas:

di aplikasi tersebut pili Join new meeting

Lalu masukkan informasi untuk bergabung seperti yang tertera di undangan:

Dial-in number (ID): (021) 39702915
Access code: 865679#
International dial-in numbers: https://fccdl.in/i/gabrielwishnu5
Online meeting ID: gabrielwishnu5
Join the online meeting: https://join.freeconferencecall.com/gabrielwishnu5

atau cara lain, jika informasi di atas didapat dari email, maka tautan yang ada di dalam informasi tersebut bisa langsung diklik dan akan memanggil aplikasi FreeConferenceCall untuk bergabung ke rapat daring yang telah dibuat.

Kali ini kita akan memasukkan sendiri identitas rapat (Meeting ID) yaitu: gabrielwishnu5 lalu klik Join.

Layar berikutnya akan menampilkan dua pilihan sebelum bergabung. Yang pertama Call In, yaitu bergabung melalui panggilan PSTN. Disebutkan juga di bawah menu tersebut bahwa pilihan ini paling bagus untuk rapat yang hanya membutuhkan komunikasi suara saja. Bagaimanapun komunikasi suara di jaringan PSTN jauh lebih jernih dan stabil dibandingkan VoIP. Hanya saja kita tidak dapat melakukan panggilan gambar dan melakukan screensharing.

Pilihan kedua adalah Call In Using WiFi or Data. Pilihan ini cocok untuk panggilan video dan juga screensharing.

Dalam contoh di sini saya akan memilih Call In Using WiFi or Data untuk mencoba screensharing.

Setelah bergabung, saya dapat melihat peserta meeting (yang kebetulan saya sendiri juga):

Test screensharing dari sisi Windows PC dengan memilih menu Share di layar utama, lalu muncul menu aplikasi yang berjalan di Windows yang hendak dibagikan. Pilih Power Point Slide Show yang kebetulan sudah dijalankan, dan klik Start sharing:

Dari tangkapan layar gawai tampak mendatar seperti berikut:

BERGABUNG DARI PSTN

Cara berikutnya untuk bergabung adalah melalui panggilan telepon biasa (PSTN). Mari kita perhatikan kembali tangkap layar undangan:

Dial-in number (ID): (021) 39702915
Access code: 865679#
International dial-in numbers: https://fccdl.in/i/gabrielwishnu5
Online meeting ID: gabrielwishnu5
Join the online meeting: https://join.freeconferencecall.com/gabrielwishnu5
  • Dial ke nomer 021 3970 2915
  • Setelah terdengar IVR, masukkan kode akses (865679#)

Dari sisi penyelenggara, daftar peserta akan muncul pengguna yang bergabung dari PSTN seperti berikut:

Selama rapat/konferensi daring, kita dapat melakukan recording (rekaman). Kapasitas yang disediakan sebesar 1GB per akun. Berkas rekaman dapat diunduh agar ruang penyimpanan dapat digunakan untuk menyimpan rekaman berikutnya. Berkas rekaman dapat juga dikirimkan melalui surel.

Pada saat rapat daring selesai, akan muncul laman yang memberitahukan pranala rekaman.

Selain itu rekaman juga dapat diakses dari laman utama FreeConferenceCall. Log masuk ke akun kita, lalu pilih History & Recordings

di laman berikutnya kita dapat melihat daftar rekaman yang pernah kita buat, dan kapasitas penyimpanan yang telah dipakai.

Seperti yang telah disebutkan, kapasitas maksimal yang disediakan gratis sebesar 1GB. Jika kita memerlukan tambahan kapasitas, dapat dilakukan melalui tautan Buy More.

FASILITAS TAMBAHAN

Daftar fasilitas tambahan yang dapat kita peroleh dengan tambahan biaya dapat di lihat di daftar berikut (per tanggal tulisan ini):

DONASI

Walaupun layanan ini bisa digunakan gratis, FreeConferenceCall menyediakan tautan bagi yang ingin berdonasi.

Di halaman aplikasi terdapat tautan bertuliskan Help Us Provide Free Communications. Klik tautan tersebut untuk melakukan kontribusi/donasi:

Cukup mudah bukan?

Selamat mencoba, selamat beraktifitas di rumah, sehat selalu!

Tautan:

Bahasa Afrika di Shell Linux

Pernah nemuin respon shell di Linux (kebetulan saya pakai Centos 7 di server) menggunakan bahasa selain bahasa Inggris seperti berikut ini?

root# kopet
bash: kopet: bevel nie gevind nie

Setelah saya check di translate.google.com ternyata ini bahasa Afrika.

Ternyata memang default bahasa di Centos 7 menggunakan bahasa Afrika seperti yang tertera di output berikut:

root# locale
LANG=af_ZA.UTF-8
LC_CTYPE="af_ZA.UTF-8"
LC_NUMERIC="af_ZA.UTF-8"
LC_TIME="af_ZA.UTF-8"
LC_COLLATE="af_ZA.UTF-8"
LC_MONETARY="af_ZA.UTF-8"
LC_MESSAGES="af_ZA.UTF-8"
LC_PAPER="af_ZA.UTF-8"
LC_NAME="af_ZA.UTF-8"
LC_ADDRESS="af_ZA.UTF-8"
LC_TELEPHONE="af_ZA.UTF-8"
LC_MEASUREMENT="af_ZA.UTF-8"
LC_IDENTIFICATION="af_ZA.UTF-8"
LC_ALL=

Penasaran setting ini ada di mana saya menjalankan perintah berikut:

root# fgrep -R "LANG=af_ZA.UTF-8" *
grub2.cfg:      linux16 /vmlinuz-3.10.0-957.27.2.el7.x86_64 root=/dev/mapper/centos-root ro crashkernel=auto rd.lvm.lv=centos/root rd.lvm.lv=centos/swap rhgb quiet LANG=af_ZA.UTF-8
grub2.cfg:      linux16 /vmlinuz-3.10.0-957.21.3.el7.x86_64 root=/dev/mapper/centos-root ro crashkernel=auto rd.lvm.lv=centos/root rd.lvm.lv=centos/swap rhgb quiet LANG=af_ZA.UTF-8
grub2.cfg:      linux16 /vmlinuz-3.10.0-957.12.2.el7.x86_64 root=/dev/mapper/centos-root ro crashkernel=auto rd.lvm.lv=centos/root rd.lvm.lv=centos/swap rhgb quiet LANG=af_ZA.UTF-8
grub2.cfg:      linux16 /vmlinuz-3.10.0-957.12.1.el7.x86_64 root=/dev/mapper/centos-root ro crashkernel=auto rd.lvm.lv=centos/root rd.lvm.lv=centos/swap rhgb quiet LANG=af_ZA.UTF-8
grub2.cfg:      linux16 /vmlinuz-3.10.0-957.10.1.el7.x86_64 root=/dev/mapper/centos-root ro crashkernel=auto rd.lvm.lv=centos/root rd.lvm.lv=centos/swap rhgb quiet LANG=af_ZA.UTF-8

Ternyata dari grub2.cfg, sehingga pas booting diset sebagai bahasa Afrika. Oleh karena itu saya coba override dari /etc/environment dengan menambahkan baris:

export LANG=en_US.utf8

Lalu jalankan perintah:

root# source /etc/environment

Lalu test dengan perintah salah:

root# kopet
bash: kopet: command not found

Done.

[tips] Failed package update di Debian Jessie

Nemu notifikasi failed seperti di bawah ketika update Debian Jessie.

W: Failed to fetch http://ftp.us.debian.org/debian/dists/jessie-updates/InRelease  Unable to find expected entry 'main/source/Sources' in Release file (Wrong sources.list entry or malformed file)

Ternyata sejak tanggal 20 Maret 2019 untuk distro Wheezy dan Jessie dijadikan satu di server archive.debian.org. Sehingga perlu edit file /etc/apt/sources.list dan mengganti server (dalam contoh di atas server mengarah ke ftp.us.debian.org) menjadi archive.debian.org.

Ulang kembali proses update dan upgrade. Kemungkinan akan ada masalah minor dengan notifikasi seperti:

W: Failed to fetch http://archive.debian.org/debian/dists/jessie-updates/main/source/Sources  404  Not Found [IP: 193.62.202.28 80]

W: Failed to fetch http://archive.debian.org/debian/dists/jessie-updates/main/binary-amd64/Packages  404  Not Found [IP: 193.62.202.28 80]

E: Some index files failed to download. They have been ignored, or old ones used instead.

tapi abaikan saja karena memang distro ini sudah seharusnya ditinggalkan dan mulai memasang versi Debian paling baru.

Mencoba ‘firewalld’ Sebagai Pengganti ‘iptables’

Dari awal dulu kenal ipchains trus ganti jadi iptables. Belum sempet mainan sampe ngeh banget, eh sekarang sudah ada firewalld. Karena kebanyakan berkutat dengan distro Centos 7 yang defaultnya menggunakan firewalld, akhirnya mau ndak mau ya harus ngeh juga walaupun sedikit-sedikit. Sebelumnya saya pernah posting soal iptables untuk Asterisk di sini. Jadi saya coba ndak jauh-jauh mengingat perintah berikut ini untuk server-server VoIP saya. Yang biasanya saya lakukan sebagai berikut:

Mengaktifkan firewalld agar secara default up setelah reboot atau start.

# systemctl enable firewalld
# systemctl start firewalld

Mengganti port ssh dari 22 ke 8022 (soalnya kalo ndak begitu, selalu diprobe dari mana-mana):

# firewall-cmd --permanent --zone=public --add-port=8022/tcp
# firewall-cmd --permanent --zone=public --remove-service=ssh

Lalu menambahkan port-port penting untuk produksi:

# firewall-cmd --permanent --zone=public --add-service={http,https}
# firewall-cmd --permanent --zone=public --add-port={5060,5061,7000,7001,8000,8443,11000}/tcp
# firewall-cmd --permanent --zone=public --add-port={5060,5061,7000,7001,8000,8443,11000}/udp
# firewall-cmd --permanent --zone=public --add-port=16384-32784/udp

Lalu menambahkan blok ip address yang diperbolehkan untuk mengakses service ke server:

# firewall-cmd --permanent --zone=public --add-rich-rule='rule family="ipv4" source address="1.2.3.4" accept'
# firewall-cmd --permanent --zone=public --add-rich-rule='rule family="ipv4" source address="6.7.8.0/24" accept'

Optional, kita bisa menambahkan blocking ICMP. Pertama, kita bisa lihat list tipe ICMP:

# firewall-cmd --get-icmptypes
address-unreachable bad-header communication-prohibited destination-unreachable echo-reply echo-request fragmentation-needed host-precedence-violation host-prohibited host-redirect host-unknown host-unreachable ip-header-bad neighbour-advertisement neighbour-solicitation network-prohibited network-redirect network-unknown network-unreachable no-route packet-too-big parameter-problem port-unreachable precedence-cutoff protocol-unreachable redirect required-option-missing router-advertisement router-solicitation source-quench source-route-failed time-exceeded timestamp-reply timestamp-request tos-host-redirect tos-host-unreachable tos-network-redirect tos-network-unreachable ttl-zero-during-reassembly ttl-zero-during-transit unknown-header-type unknown-option

dari list di atas misal kita akan melakukan block echo-reply:

# firewall-cmd --permanent --zone=public --add-icmp-block=echo-reply

Jika dirasa sudah cukup, reload rule di atas dengan perintah:

# firewall-cmd --reload

Dari contoh di atas, sudah keliatan polanya kan? Jika masih belum juga, url berikut ini bisa membantu menjelaskan cara kerja firewalld dengan lebih jelas.

Selamat mencoba!

[Tips] “sngrep” Sebagai Pengganti “ngrep”

Kadang satu atau dua server yang sedang saya tangani tidak selalu bisa terambung ke monitoring Homer. Jadi untuk troubleshoot masih harus meminta bantuan ngrepHanya saja perintahnya cukup panjang dan agak susah merunut ketika trafik sedang ramai. Belakangan nemu tool yang sebenarnya berbasis ngrep, hanya memang dikhususkan untuk trafik SIP, namanya sngrep

Di Yum packaging Centos 7 saat ini belum ada, jadi harus menambahkan file /etc/yum.repos.d/irontec.repo dengan isi:

[irontec]
name=Irontec RPMs repository
baseurl=http://packages.irontec.com/centos/$releasever/$basearch/

tambahkan public key:

rpm --import http://packages.irontec.com/public.key

jalankan update dan install:

[root@aio ~]# yum check-update -y
[root@aio ~]# yum install sngrep -y

Untuk menjalankan cukup ketik: sngrep

Dari tabel di atas kita bisa menggerakkan highlight ke atas dan ke bawah untuk memilih barus transaksi yang hendak dilihat. Misal hendak melihat salah satu proses Register, turunkan highlight ke daftar Method Register lalu tekan enter:

Contoh dialog/transaksi REGISTER yang berhasil dan tidak berhasil seperti berikut:

Lebih enak liatnya kan?

Ada kalanya gambar garis transaksi dengan anak panah di atas muncul sebagai rentetan huruf q seperti: qqqqqqqqqqqqqqqqqqqqqqqqq>
hal ini bisa diatasi dengan menjalankan perintah:

[root@aio ~]# export NCURSES_NO_UTF8_ACS=1

Agar tidak mengulang perintah tiap kali kita login, tambahkan baris berikut di /root/.bash_profile atau di dalam /etc/environment :

export NCURSES_NO_UTF8_ACS=1

Setiap kali login ke username yang sama, maka perintah tersebut akan otomatis dieksekusi.
Selamat mencoba!

[Tips] Windows 10 Tersambung ke Internet Tapi Tidak Bisa Browsing

Memang sudah ndak bisa lepas dari Windows sih, jadi beberapa pekerjaan perlu digarap dengan aplikasi di bawah OS satu ini walaupun sudah mulai sering ake Ubuntu. Sampe suatu saat entah kenapa tidak bisa browsing sama sekali sementara kegiatan remote ssh, icmp ping, resolve dns, email OutLook masih bisa berjalan dengan lancar. Sampe akhirnya ketemu cara ini:

  • Jalankan  CMD prompt Windows 10 sebagai Administrator.
  • Ketik perintah: netsh int ip reset
  • Reboot Windows 10.
  • Jalankan CMD prompt Windows 10 sebagai Administator.
  • Ketik perintah: netsh winsock reset
  • Reboot Windows 10.

setelah itu laptop kembali bisa dibuat browse lancar.

[Tips] Mengganti Nama Multiple File Dalam Direktori

Sepele sih, entah kenapa automake mencari Makefile.in alih-alih mencari Makefile.am. Pasti ada alasannya cuma kondisi sudah cape, jadi saya pikir kapan-kapan saja nyarinya. Paling gampang ngganti nama Makefile.am menjadi Makefile.in. Pada saat sudah merename satu nama file tersebut, ternyata di sub direktori yang sama ada banyak sekali Makefile.am, dan mengganti satu per satu sepertinya bodoh. Akhirnya pake cara perintah shell berikut yang mengcopy file Makefile.am ke Makefile.in dalam direktori yang sama.

$ find -iname "Makefile.am" -exec rename Makefile.am Makefile.in '{}' \;

dan seluruh nama Makefile.am dicopy ke Makefile.in dalam direktori yang sama dan subdirektorinya.

2018

Sudah mulai awal tahun lagi. Cepet banget 12 bulan, ndak tau ilangnya ke mana. Resolusi tahun lalu banyak  yang belum tercapai, malah dapet hasil yang ndak masuk ke daftar resolusi. Jadi untuk tahun ini kira-kira daftarnya seperti ini:

  • Lancar mainan OpenSIPS, Kamailio, dan FreeSWITCH.
  • Lancar dengan Kazoo.
  • Mulai lagi utak atik bahasa pemrograman.
  • Beli gitar akustik.
  • Six packs.
  • Ke Amrik lagi.
  • Mbayar utang-utang.

Kayaknya yang paling penting itu saja. Semoga kali ini tidak meleset, terutama yang terakhir itu. Amin.